Pemuda di Surabaya Tewas Mengenaskan dengan Luka Tusuk, Polisi Kesulitan Identifikasi Pelaku

Pihak kepolisian mengakui adanya hambatan dalam mengidentifikasi wajah para pelaku. Meski kawasan tersebut memiliki banyak titik pantau kamera pengawas, sebagian besar perangkat ditemukan dalam kondisi tidak berfungsi.

20 Jan 2026 - 12:40
Pemuda di Surabaya Tewas Mengenaskan dengan Luka Tusuk, Polisi Kesulitan Identifikasi Pelaku
Proses evakuasi jasad pria diduga korban pembacokan di Jalan Wonokusumo Jaya, Kota Surabaya. (BPBD Surabaya for SJP)

SURABAYA, SJP — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjung Perak tengah bekerja ekstra keras mengungkap tabir pembunuhan brutal yang menimpa seorang pria di kawasan Jalan Wonokusumo Jaya, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya. 

Korban diidentifikasi berinisial UF (32), warga Jalan Kedung Mangu, tewas mengenaskan setelah diduga dikeroyok oleh lebih dari lima orang pada Ahad (18/1/2026) dini hari.

Meski penyelidikan telah memasuki hari ketiga, identitas para pelaku masih gelap. Polisi kini memfokuskan upaya pada penyisiran rekaman Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian, meskipun menghadapi kendala teknis.

Peristiwa berdarah ini pertama kali diketahui warga pada Ahad pukul 04.30 WIB. Korban ditemukan tergeletak tak bernyawa di depan sebuah warung kopi dalam kondisi bersimbah darah. 

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan ceceran darah di beberapa titik yang mengindikasikan korban sempat melakukan upaya penyelamatan diri.

"Saat petugas tiba, korban sudah dinyatakan meninggal dunia di bahu jalan. Identitas awalnya nihil, namun berhasil kami ungkap melalui penelusuran dokumen kendaraan Honda Stylo L 5506 DAM milik korban yang berada di lokasi," ujar Kapolsek Semampir, AKP Herry Iswanto.

Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto, menambahkan bahwa hasil otopsi dari RS Bhayangkara Polda Jatim memperkuat dugaan penganiayaan berat. 

Tim medis menemukan luka tusuk di bagian ketiak sebelah kiri yang diduga menjadi penyebab utama kematian akibat perdarahan hebat.

"Diduga kuat korban tidak diserang oleh pelaku tunggal, melainkan dikeroyok sekelompok orang sebelum akhirnya ditusuk dengan senjata tajam," jelas Iptu Suroto, Selasa (20/1/2026).

Pihak kepolisian mengakui adanya hambatan dalam mengidentifikasi wajah para pelaku. Meski kawasan tersebut memiliki banyak titik pantau kamera pengawas, sebagian besar perangkat ditemukan dalam kondisi tidak berfungsi.

"Penyidik terus mencari petunjuk melalui CCTV di sekitar jalur pelarian pelaku. Faktanya, banyak CCTV di TKP yang mati atau tidak beroperasi secara optimal," tambah Iptu Suroto.

Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk dari pihak keluarga korban, untuk mendalami motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. 

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait pergerakan kelompok mencurigakan pada malam kejadian untuk segera melapor guna mempercepat proses penangkapan. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow