Pemohon SIM Baru di Trenggalek Naik 70 Persen selama Libur Sekolah
Momen libur sekolah dimanfaatkan para pelajar di Trenggalek untuk mencari SIM. Berdasar catatan Satpas Polres Trenggalek, jumlah pemohon SIM dari kalangan pelajar meningkat hingga 70 persen.
TRENGGALEK, SJP—Momen libur sekolah dimanfaatkan pelajar di Kabupaten Trenggalek untuk mengurus surat izin mengemudi (SIM). Berdasarkan data dari Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Trenggalek, jumlah permohonan SIM baru meningkat drastis hingga 70 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Mayoritas pemohon adalah pelajar tingkat SMA.
Kasat Lantas Polres Trenggalek, AKP Sony Suhartanto mengungkapkan, peningkatan ini terjadi berkat kegiatan sosialisasi yang dilakukan pihak kepolisian ke sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Trenggalek, seperti SMA di Panggul dan Durenan.
"Ini kami sebelumnya 1–2 minggu melaksanakan kegiatan sosialisasi yang diminta di wilayah Panggul dan Durenan. Sosialisasi kami lakukan di sekolah-sekolah seperti SMA Durenan dan Panggul. Karena ada keluhan masyarakat tentang remaja yang ugal-ugalan di jalan. Alhamdulillah, saat libur panjang ini banyak pelajar yang mengajukan permohonan SIM baru," ujar AKP Sony, Jumat (11/7/2025).
Menurutnya, selama libur sekolah ini, jumlah pemohon SIM baru yang berasal dari kalangan pelajar bisa mencapai 30 hingga 35 orang per hari. Sebelumnya, angka permohonan hanya sekitar dua hingga lima orang per hari.
"Kalau dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, ini naik signifikan, antara 60 sampai 70 persen. Biasanya hanya dua sampai lima orang, sekarang bisa mencapai 30 pelajar per hari," imbuhnya.
AKP Sony juga mengimbau kepada seluruh pemohon SIM baru agar memahami bahwa kepemilikan SIM bukanlah jaminan keselamatan di jalan raya. Dia menekankan pentingnya kompetensi, sikap toleransi, dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
"Kami mengimbau bahwa SIM itu bukan jaminan keselamatan, tetapi indikator bahwa seseorang sudah lulus uji kompetensi dalam mengendarai kendaraan. Selain itu, penting juga memiliki toleransi di jalan dan tetap mematuhi aturan. Karena banyak kecelakaan lalu lintas diawali dari pelanggaran," jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran ujian SIM, Satlantas Polres Trenggalek telah menyediakan bank soal untuk ujian teori, serta membuka kesempatan pelatihan praktik di luar jam dinas dengan pendampingan petugas.
Salah satu pelajar kelas 3 SMA, Keysa Cinta, menjadi salah satu pemohon SIM baru yang mencoba peruntungan di masa libur sekolah. Dia mengaku senang mengikuti prosesnya, meski sempat gagal saat ujian praktik.
"Sekarang saya kelas 3 SMA, ini pertama kali saya bikin SIM. Pengalamannya seru, soalnya ada tes teori dan tes praktik. Tapi tadi pas praktik saya gagal karena belum terlalu familier sama jalurnya. Pengulangan tes praktiknya minggu depan, diambil pas libur sekolah hari Sabtu," ungkap Keysa.
Meski gagal, Keysa tetap optimistis bisa lolos di kesempatan berikutnya. Menurutnya, tes teori tidak terlalu sulit jika sudah belajar terlebih dahulu.
"Kalau tes teori itu tergolong mudah kalau belajar. Soalnya di YouTube juga banyak tutorial yang bisa bantu latihan," tambahnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

