Pemkab Tulungagung Genjot Pembangunan Infrastruktur Jalan di 2025

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, Pemkab Tulungagung dituntut untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan yang rusak.

12 Jul 2025 - 17:59
Pemkab Tulungagung Genjot Pembangunan Infrastruktur Jalan di 2025
Proses perbaikan jalan di ruas jalan Ngentrong-Besole, Tulungagung. (Beny/SJP).

TULUNGAGUNG, SJP—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi infrastruktur jalan yang menjadi keluhan utama masyarakat. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo menyampaikan, mulai awal Juli tahun 2025 ini, sejumlah proyek peningkatan dan perbaikan jalan telah dilaksanakan secara bertahap di berbagai titik strategis.

“Perlu saya sampaikan, di tahun ini saya sudah menjabat hampir empat bulan. Alhamdulillah atas doa dan restu panjenengan semua, meskipun pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi, kami tetap dapat menjalankan pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat Tulungagung,” ujarnya, Sabtu (12/7/2025).

Salah satu proyek prioritas yang akan dikerjakan tahun ini yaitu pembangunan hotmix sepanjang sekitar 4 kilometer di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat. Proyek itu dimulai dari Jembatan Warung Mbak Sri hingga jalan di Dusun Gambiran, Desa Besole, Kecamatan Besuki.

Selain itu, proyek peningkatan jalan dari arah barat, tepatnya mulai dari SMPN 1 Besuki hingga ke bibir jalan lintas selatan (JLS), juga akan diselesaikan pada tahun 2025. Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan ini mencapai Rp35 miliar.

"Ini adalah bentuk kehadiran kami bersama Pak Bahrudin (wakil bupati) di tengah masyarakat. Banyak keluhan yang beredar di media sosial, dan ini adalah jawaban nyata dari kami. Bukan karena dorongan pihak mana pun, tapi sudah kami rencanakan dan anggarkan sejak awal,” tegasnya.

Menurut Bupati Gatut, seluruh proyek jalan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tulungagung, yang berasal dari pajak yang dibayarkan oleh masyarakat.

Pembangunan juga menyasar berbagai titik lain. Seperti jalan arah TPA Pagerwojo, Sendang, jalan dari Ngujang 2 ke arah selatan, hingga pos polisi arah Ngunut. Kemudian jalan dari Perempatan Gragalan ke selatan menuju Tugu Garuda di Kecamatan Sumbergempol.

Selanjutnya, Jalan Raya Panjer di Kecamatan Rejotangan, perempatan Boyolangu hingga depan rumah Haji Soim, serta jalan-jalan di kawasan Sendang dan Pagerwojo yang mengalami kerusakan dan ambles.

Sementara itu, Jembatan Junjung di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, yang rusak akibat banjir telah direncanakan perbaikannya di tahun ini. Namun eksekusi fisiknya baru akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Lebih lanjut, Bupati Gatut menyebut, saat ini capaian pembangunan jalan masih berada di angka 40 persen. Namun dia optimistis, dengan dukungan masyarakat dan kerja keras pemerintah daerah, seluruh jalan protokol dan jalan kabupaten yang rusak bisa selesai dalam lima tahun mendatang.

“Kami mohon maaf jika selama ini terlihat diam. Karena kami harus mencari dan mengatur anggaran. Insyaallah, kami akan mendapat bantuan dari BNPB Pusat sebesar Rp17 miliar di akhir tahun ini,” ungkapnya.

Selain itu, Pemkab Tulungagung juga telah mengajukan proposal anggaran sebesar Rp100 miliar ke Balai Jalan Kementerian PUPR. Bahkan Komisi V DPR RI telah turun langsung beberapa waktu lalu untuk meninjau kondisi jalan-jalan rusak di Tulungagung.

“Kalau dari anggaran pusat bisa turun minimal 50 persen, insyaallah kami optimistis jalan-jalan di Tulungagung akan bisa kami tuntaskan mulai tahun ini,” pungkas Bupati Gatut Sunu. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow