Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Superflu, Warga Diimbau Maksimalkan Layanan Fasilitas Kesehatan

Warga yang mengalami gejala influenza diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga medis.

28 Jan 2026 - 20:31
Pemkot Surabaya Keluarkan SE Kewaspadaan Superflu, Warga Diimbau Maksimalkan Layanan Fasilitas Kesehatan
Ilustrasi superflu (foto ilustrasi: freepik)

SURABAYA, SJP - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/1001/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Dini terhadap Penyakit Superflu. Selain tetap tenang, warga juga diimbau untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan jika alami gejala flu.

Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi penyebaran virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki tingkat penularan tinggi dan risiko gejala lebih berat dibandingkan influenza musiman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto menjelaskan, penerbitan SE tersebut bertujuan memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen, mulai dari jajaran pemerintahan hingga masyarakat, tanpa memicu kepanikan di tengah publik.

"Kebijakan ini untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh elemen, mulai dari perangkat pemerintah hingga masyarakat luas, tanpa menimbulkan kepanikan," ujar Lilik saat dikonfirmasi pada Rabu (28/1/2026).

Lilik menyampaikan, SE kewaspadaan super flu itu merupakan tindak lanjut dari Surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Nomor 400.7.9/221/102.3/2026 tertanggal 7 Januari 2026. 

Selain itu, Pemkot Surabaya juga mencermati perkembangan situasi epidemiologi nasional hingga akhir Desember 2025. Tercatat sebanyak 62 kasus influenza di delapan provinsi di Indonesia, dengan konsentrasi tertinggi berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. 

"Terncatat 62 kasus influenza di delapan provinsi, kondisi ini dinilai perlu diantisipasi lebih dini, terutama di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi seperti Surabaya." ucapnya.

Karakteristik dan Risiko Supeflu

Menurut Lilik, superflu disebabkan oleh virus Influenza A subtipe H3N2 subclade K yang memiliki karakteristik penularan lebih cepat dan potensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman pada umumnya. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.

"Superflu ini memiliki tingkat penularan lebih cepat dan berpotensi menimbulkan gejala klinis lebih berat dibandingkan influenza musiman. Karena itu, kewaspadaan dini menjadi kunci," ucap Lilik.

Gejala klinis yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, nyeri otot dan sendi hebat, rasa lemas yang signifikan, sakit kepala berat yang mengganggu konsentrasi, hingga gangguan saluran pernapasan seperti nyeri tenggorokan dan batuk kering berkepanjangan.

Penularan virus itu dapat terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Selain itu, kontak langsung seperti berjabat tangan maupun kontak tidak langsung melalui permukaan benda yang terkontaminasi virus juga berpotensi menjadi media penularan.

"Interaksi sehari-hari yang tampak sederhana bisa menjadi jalur penularan jika kewaspadaan diabaikan,” ujarnya.

Tetap Tenang dan Manfaatkan Fasilitas Kesehatan

Meski demikian, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah, tempat kerja, dan ruang publik.

"Penggunaan masker di area kerumunan, etika batuk dan bersin, kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga kebersihan lingkungan menjadi langkah sederhana namun efektif," kata Lilik.

Selain pencegahan, Pemkot Surabaya menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan. Warga yang mengalami gejala influenza diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan tenaga medis.

"Bagi warga yang mengalami gejala influenza, kami minta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dan tidak melakukan pengobatan mandiri," tegasnya.

Masyarakat juga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak buah dan sayur, beristirahat cukup, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.

Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, Pemkot Surabaya menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, camat, dan lurah agar mengoordinasikan sosialisasi kewaspadaan super flu di wilayah masing-masing. 

Upaya itu dilakukan dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK, RT/RW, serta Kader Surabaya Hebat (KSH) guna memantau kondisi kesehatan warga secara kolaboratif dan berkelanjutan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow