RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Lengkapi Alkes dan Fasilitas Lewat Dana Cukai Rp3 Miliar

Peningkatan sarana, prasarana serta alat kesehatan di rumah sakit plat merah ini diharapkan terus berkelanjutan, agar pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bondowoso terjamin dan berkualitas.

02 Aug 2025 - 10:01
RSUD dr H Koesnadi Bondowoso Lengkapi Alkes dan Fasilitas Lewat Dana Cukai Rp3 Miliar
Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i (tengah) didampingi oleh Direktur RSUD dr H Koesnadi dr Yus Priyatna (kanan kemeja batik) usai meninjau pelaksanaan pelayanan MOW beberapa waktu lalu (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun 2025 di Kabupaten Bondowoso, 40 persen dialokasikan untuk bidang kesehatan, yang dalam hal ini dikelola oleh Dinas Kesehatan dan RSUD dr H Koesnadi.

Untuk pemanfaatan DBHCHT ini, terus dioptimalkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bondowoso.

RSUD dr H Koesnadi sebagai satu-satunya rumah sakit milik pemerintah di Bumi Ki Ronggo turut mengelola anggaran DBHCHT untuk menjamin mutu dan keselamatan pasien serta memenuhi standar layanan kesehatan.

Direktur RSUD dr H Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, kepada suarajatimpost.com menjelaskan, tahun ini rumah sakit mendapat anggaran DBHCHT sebesar Rp3 miliar, yang digunakan untuk peningkatan alat kesehatan.

“Anggaran DBHCHT sebesar Rp3 miliar ini kami alokasikan untuk pengadaan alat kesehatan dan peralatan umum, seperti bed pasien dan brankard,” ujarnya, Sabtu (2/8/2025) melalui pesan WhatsApp.

Dokter spesialis penyakit paru ini juga menjelaskan, beberapa peralatan yang menjadi prioritas pengadaan antara lain penggantian tempat tidur pasien yang sudah usang, trolley pelayanan medis, serta pembaruan fasilitas pendukung lainnya yang menunjang layanan kesehatan.

“Peralatan umum ini tak hanya bertujuan meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang ergonomis dan layak bagi tenaga kesehatan,” paparnya.

‎RSUD dr H Koesnadi juga berkomitmen menjadikan rumah sakit plat merah ini menjadi pusat rujukan utama layanan kesehatan di wilayah tapal kuda. Oleh sebab itu, upaya peningkatan layanan tidak hanya bertumpu pada dukungan anggaran, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas SDM, perbaikan manajemen internal, hingga kolaborasi lintas sektor.

Peningkatan sarana, prasarana serta alat kesehatan di rumah sakit plat merah ini, kata Yus Priyatna, diharapkan terus berkelanjutan, agar pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bondowoso terjamin dan berkualitas. 

“Kami berharap agar dukungan anggaran ini akan terus berkesinambungan, mengingat sarana, prasarana, dan alat kesehatan di rumah sakit selalu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan membutuhkan investasi yang tidak sedikit,” tandasnya.

Seperti diketahui, anggaran DBHCHT yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso di tahun 2025, mencapai Rp67,8 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024  yang hanya sebesar Rp65,5 miliar. 

Data yang dimiliki suarajatimpost.com, alokasi DBHCHT di bidang atau program kesejahteraan amsyarakat diampu oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Diskoperindag, DPMPTSP dan Dinsos mencapai Rp36,5 miliar.

Sedangkan untuk bidang penegakan hukum yang diampu oleh Bagian Perekonomian dan Diskoperindag, senilai Rp3,5 miliar. Kemudian, bidang kesehatan yang diampu oleh Dinas Kesehatan dan RSUD Koesnadi,s erta kegiatan pendukung di Bagian Perekonomian, totalnya sebesar Rp27,1 miliar. (*)

Editor : Rizqi Ardian
 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow