Optimistis Jaga Stok Pangan, Bulog Probolinggo Bidik Serapan 74 Ribu Ton Gabah di 2026

Kabar baik untuk para petani di wilayah Probolinggo dan Lumajang! Perum Bulog Probolinggo menargetkan penyerapan gabah sebesar 74.000 ton untuk tahun ini. Setelah sukses melampaui target di tahun 2025, kini Bulog semakin memperluas jaringan kemitraan dan kelompok tani.

28 Jan 2026 - 21:29
Optimistis Jaga Stok Pangan, Bulog Probolinggo Bidik Serapan 74 Ribu Ton Gabah di 2026
Foto: Petugas lakukan pengecekan stok beras di gudang. (Foto: Rizky Putra Dinasti/SJP)

PROBOLINGGO, SJP - Perum Bulog Kantor Cabang Probolinggo secara resmi menetapkan sasaran strategis untuk penguatan stok pangan nasional di wilayahnya. Untuk tahun operasional 2026, lembaga ini menargetkan penyerapan gabah petani sebesar 74.000 ton. Target ini mencakup tiga wilayah administratif yang berada di bawah naungan Bulog Probolinggo, yaitu Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang.

Langkah ini diambil sebagai bentuk optimisme setelah melihat performa luar biasa pada tahun sebelumnya. Sebagai catatan, pada tahun 2025, Bulog Probolinggo berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan melampaui target yang ditetapkan, yakni menyerap hingga 82.457 ton gabah. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi kuat bagi perusahaan untuk memulai langkah di tahun 2026 dengan lebih sistematis.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Probolinggo, Kuswadi, menegaskan, operasional lapangan sudah mulai dijalankan sejak awal tahun.

“Untuk tahun 2026 ini, kami Perum Bulog Probolinggo mendapatkan target serapan gabah sebesar 74 ribu ton, dan saat ini proses penyerapan sudah mulai kami lakukan," kata Kuswadi, Rabu (28/1/2026).

Untuk memastikan angka 74.000 ton tersebut tercapai, Bulog telah merancang strategi ekspansi kemitraan. Jika pada tahun 2025 mereka bekerja sama dengan 150 petani dan 30 mitra penyedia, maka di tahun 2026 ini jumlah tersebut akan ditingkatkan.

Bulog berencana memperluas jaringan kerja sama dengan lebih banyak kelompok tani lokal guna memperpendek rantai distribusi dan memastikan serapan gabah berjalan lebih masif.

Terkait kebijakan harga, Bulog Probolinggo tetap tegak lurus dengan regulasi pemerintah pusat. Gabah akan dibeli dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram melalui skema any quality atau tanpa syarat kualitas yang kaku. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian harga bagi para petani di tengah fluktuasi pasar.

Meski menerapkan skema harga yang fleksibel, Bulog tetap menekankan standar dasar produk demi menjaga kualitas stok pangan nasional. Kuswadi menambahkan bahwa pihaknya sangat terbuka menerima hasil panen dari petani, selama memenuhi kriteria kelayakan fisik. 

“Kami siap menerima gabah dari petani, dengan ketentuan gabah yang dijual sudah memasuki masa panen, bersih, dan tidak kotor.” imbuhnya.

Dengan kombinasi antara perluasan mitra, harga yang kompetitif, dan sinergi dengan kelompok tani di tiga wilayah, Bulog Probolinggo optimistis dapat menjaga stabilitas pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal sepanjang tahun 2026. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow