Pemkab Tulungagung Gelar Seleksi Terbuka Enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan

Bupati Gatut Sunu : Tidak ada titip-titipan, tidak ada jalur belakang, tidak ada transaksi, dan tidak ada jual beli jabatan. Saya tegaskan kembali bahwa seratus persen tidak ada jual beli jabatan.

24 Nov 2025 - 16:50
Pemkab Tulungagung Gelar Seleksi Terbuka Enam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung kembali membuka seleksi terbuka (selter) untuk enam posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama pada tahun 2025. 

Seleksi ini bertujuan mencari pemimpin organisasi perangkat daerah yang profesional dan berintegritas.

Enam posisi strategis yang dilelang tersebut meliputi Inspektur Kabupaten, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Kesehatan, serta Direktur RSUD dr. Iskak.

Pada tahap awal, Panitia Seleksi menetapkan sebanyak 21 peserta yang dinyatakan lolos administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu seleksi kompetensi bidang. Antusiasme peserta ini dinilai mencerminkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Tulungagung.

Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, mengatakan seleksi kompetensi bidang diselenggarakan di Hotel Alana Surabaya pada Jumat (21/11/2025) lalu. 

Kehadiran bupati dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan seleksi yang ia minta harus berlangsung objektif dan profesional.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras. Harapan saya, seleksi ini berjalan baik dan mampu melahirkan pejabat yang benar-benar terbaik bagi Kabupaten Tulungagung," ujar Bupati Gatut Sunu.

Bupati menegaskan bahwa proses seleksi harus benar-benar menghasilkan figur terbaik untuk memimpin organisasi perangkat daerah. Untuk memastikan kualitas pejabat terpilih, penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari rekam jejak, assessment center, penilaian makalah, hingga wawancara mendalam.

Secara tegas, bupati meminta panitia seleksi menjaga integritas dan objektivitas selama proses berlangsung seraya kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga seleksi dari praktik tidak sehat.

"Tidak ada titip-titipan, tidak ada jalur belakang, tidak ada transaksi, dan tidak ada jual beli jabatan. Saya tegaskan kembali bahwa seratus persen tidak ada jual beli jabatan," tegasnya.

Ia menekankan bahwa pejabat yang terpilih harus lahir dari proses yang jujur dan bersih demi memastikan hadirnya pemimpin yang profesional, amanah, dan berintegritas.

Bupati Gatut Sunu mengingatkan bahwa jabatan bukanlah fasilitas, melainkan amanah besar bagi masyarakat.

"Saya berpesan kepada siapa pun yang nanti terpilih agar tegak lurus pada kepentingan Pemerintah Kabupaten Tulungagung. Jabatan itu amanah untuk melayani, melindungi, dan memastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah," imbuhnya.

Ia berharap para pejabat yang nantinya menjabat mampu menerjemahkan visi pembangunan daerah ke dalam kebijakan yang konkret, inovatif, dan berorientasi pada hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Acara seleksi terbuka tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Inspektur Provinsi Jawa Timur, Tim Penguji Seleksi JPT, serta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tulungagung. (*) 

Editor: Syaiful Aries.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow