Pemkab Malang Ajukan Percepatan Tol Malang–Kepanjen ke Kemenkominfra

Pemkab Malang jemput bola ke Jakarta, memastikan jalan tol Malang–Kepanjen tak hanya wacana. Mereka ingin mempercepat pembangunan yang seharusnya sudah jadi prioritas.

28 Aug 2025 - 22:40
Pemkab Malang Ajukan Percepatan Tol Malang–Kepanjen ke Kemenkominfra
Bupati Malang, M. Sanusi, bersama jajaran perangkat daerah, saat audiensi dengan Staf Khusus Kemenkominfra RI membahas percepatan pembangunan Tol Malang–Kepanjen, Rabu (27/8/2025) sore di Jakarta. (Foto: Istimewa)

MALANG, SJP Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengajukan percepatan pembangunan jalan tol Malang–Kepanjen sepanjang hampir 30 kilometer ke Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia (Kemenkominfra).

Audiensi itu dipimpin Bupati Malang Sanusi bersama jajaran kepala perangkat daerah di kantor Kemenkominfra, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Usulan disambut positif oleh Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga, Agust Jovan Latuconsina.

Sanusi menyebut, jalan tol Malang–Kepanjen mendesak direalisasikan demi peningkatan konektivitas, pertumbuhan ekonomi, dan percepatan pariwisata wilayah selatan Kabupaten Malang. Dia menekankan manfaat jalan tol bagi masyarakat luas.

“Semoga melalui audiensi ini dapat segera terealisasikan pembangunan jalan tol Malang–Kepanjen, karena kehadiran jalan tol ini akan memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat Kabupaten Malang,” tutur Sanusi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnadi Kusuma, menegaskan langkah itu merupakan bentuk inisiatif agar pembangunan tidak terhambat menunggu proses terlalu lama.

“Mendasar Perpres Nomor 80 Tahun 2019 serta Kepmen Nomor 367 Tahun 2023, tol Malang–Kepanjen menjadi prioritas utama pembangunan 2025–2029. Karena itu kami bersama Bupati Malang menjemput bola melalui Kemenkominfra agar dapat dilakukan percepatan,” terangnya.

Khairul menambahkan, ruas tol Malang–Kepanjen akan menghubungkan batas akhir tol di Kedungkandang, Kota Malang, hingga Kepanjen, Kabupaten Malang, dengan panjang hampir 30 kilometer.

“Alhamdulillah, usulan yang kami sampaikan diterima dengan sangat baik oleh pihak Kemenkominfra dan akan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Agus Harimurti Yudhoyono,” pungkas Khairul. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow