Pemkab Bondowoso Klaim Tren Positif Pengurangan Kawasan Kumuh

Kecamatan Tamanan menjadi salah satu kawasan yang mendapat perhatian khusus dalam mengurangi kawasan kumuh. Tepatnya di sentra industri tahu

27 Mar 2025 - 20:17
Pemkab Bondowoso Klaim Tren Positif Pengurangan Kawasan Kumuh
Salah satu kawasan kumuh di Dusun Guntongan, Kecamatan Tamanan (Foto : google maps/SJP)

BONDOWOSO, SJP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus berupaya mengurangi kawasan kumuh demi terciptanya lingkungan yang lebih tertata dan sehat. 

Hingga akhir 2024, dari total 433,92 hektare kawasan kumuh di Bumi Ki Ronggo, 2,71 hektare di antaranya sudah berhasil tertangani dengan berbagai program pembangunan. 

Program pembangunan tersebut meliputi pembangunan fisik, termasuk fasilitas umum. Seperti mandi cuci kakus (MCK) dan peningkatan jalan lingkungan.

Fakta itu berdasar pada data dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Ciptaru) Kabupaten Bondowoso.

Kepala Dinas Perkim Ciptaru Kabupaten Bondowoso, Dadan Kurniawan mengaku terus berupaya memberikan yang terbaik untuk kabupaten yang pernah dideklarasikan sebagai Republik Kopi ini. 

"Meskipun ada tantangan dalam hal anggaran, apalagi di tengah efisiensi anggaran yang terpenting, langkah-langkah nyata terus dilakukan dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk masyarakat," katanya, Kamis (27/3/2025). 

Dirinya mengaku optimistis, pengurangan kawasan kumuh di Kabupaten Bondowoso akan terus menunjukkan tren positif dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat. 

"Perlu sinergi berbagai pihak untuk terus mengurangi kawasan kumuh," tukasnya. 

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kawasan Permukiman dan Cita Karya Dinas Perkim Ciptaru Kabupaten Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto menyampaikan, pihaknya terus bersinergi dengan instansi terkait sehingga menghasilkan progres yang positif. 

"Untuk saat ini, prioritas utama dalam menciptakan lingkungan yang layak huni adalah fokus pada peningkatan sanitasi dan jalan lingkungan," paparnya. 

Dikatakannya, wilayah di Sukowiryo, Penambangan, Maesan dan Pejaten telah mendapat penanganan melalui sejumlah program pembangunan.

Namun menurutnya, kawasan yang menjadi perhatian dalam pengurangan kawasan kumuh adalah Kecamatan Tamanan. Tepatnya di sentra industri tahu. 

"Di sana memiliki luas 91,63 hektare. Kami terus mencari solusi terbaik untuk meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan tersebut," pungkas pria yang akrab dipanggil Egi ini. (*)

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow