Pemberangkatan Calon Jemaah Haji Kabupaten Kediri Dipusatkan di Kawasan Wisata Simpang Lima Gumul
Menurutnya, pemilihan Simpang Lima Gumul dinilai sebagai opsi terbaik karena memiliki area yang luas serta akses yang memadai untuk pengaturan lalu lintas dan parkir kendaraan.
KEDIRI, SJP — Keberangkatan jemaah haji asal Kabupaten Kediri dijadwalkan mulai 19 hingga 20 Mei 2026. Tahun ini, titik pemberangkatan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni dipusatkan di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG).
Pemberangkatan, menurut Abdul Kholiq, ditempatkan di area depan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri dan di sepanjang jalan depan bank daerah Kabupaten Kediri.
"Insya Allah nanti (pemberangkatan) dari Simpang Lima Gumul karena di Pemkab masih renovasi. Hasil asesmen supaya dialihkan sementara, nanti kalau sudah kembali pulih titik pemberangkatan akan dikembalikan," ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, Abdul Kholiq Nawawi, Senin (18/5/2026).
Ia mengungkapkan kawasan wisata SLG juga lebih strategis karena berada di titik tengah, sehingga memudahkan akses bagi jemaah dari berbagai wilayah, baik dari arah utara maupun selatan Kabupaten Kediri.
Menurutnya, pemilihan Simpang Lima Gumul dinilai sebagai opsi terbaik karena memiliki area yang luas serta akses yang memadai untuk pengaturan lalu lintas dan parkir kendaraan.
"Bis akan ditata oleh pihak kepolisian dan Satpol PP. (SLG) Ini pilihan yang terbaik, jadi posisi di Masjid An-Nur itu bagus, cuma nanti posisi yang jemaah yang selatan terlalu jauh. Maka yang terbaik dan kantong parkirnya luar biasa besar di SLG," katanya.
Untuk jemaah haji, terdapat empat kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan. Tiga kloter, yakni kloter 109, 110, dan 111 dijadwalkan berangkat pada 19 Mei, sedangkan kloter 112 akan diberangkatkan pada 20 Mei.
Terkait jumlah jemaah, Abdul Kholiq menyebutkan bahwa terdapat sekitar 1.272 jemaah yang telah melunasi biaya haji. Namun, jumlah yang berangkat diperkirakan sedikit lebih rendah karena adanya jemaah cadangan serta beberapa yang menunda keberangkatan.
"Ada beberapa yang terkendala kesehatan, yang akhirnya menyebabkan dia tidak bisa berangkat. Termasuk ada yang kemarin ada stroke, ada yang akhirnya tunda keberangkatan. Sekitar 5 orang," tuturnya.
Namun Abdul Kholiq memastikan calon jemaah haji tertua, yang tidak hanya dari Kabupaten Kediri tetapi juga dari Indonesia dengan usia 104 tahun, tetap berangkat. "Tertua tetap lanjut, sehat insyaallah. Doakan semoga lancar yang tertua bisa sampai ke tanah suci haji dan bisa kembali ke tanah air," ungkapnya.
Sementara itu, terkait rencana pembangunan kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri, pihaknya menyebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama pusat. Lokasi baru direncanakan berada di kawasan Kompleks Masjid An-Nur Pare, dengan pembangunan yang ditargetkan mulai pada 2026. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

