Remaja di Tumpang Malang Telepon Polisi Gara-Gara Dimarahi Ibu Kandungnya

Polisi respons cepat laporan anak di Tumpang yang merasa dipukul ibu, akhiri kisah dengan mediasi damai di Balai Desa.

02 Nov 2025 - 08:32
Remaja di Tumpang Malang Telepon Polisi Gara-Gara Dimarahi Ibu Kandungnya
Petugas Polsek Tumpang saat melakukan mediasi antara ibu dan anak yang sempat bersitegang, disaksikan perangkat desa di rumah warga Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang (Foto: Humaspolres Malang for SJP)

MALANG, SJP – Ada-ada saja ulah seorang remaja di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Gara-gara dimarahi ibunya karena enggan membereskan tempat tidur, ia nekat menghubungi layanan darurat 110 dan melaporkan sang ibu ke polisi.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/11/2025). Anak berinisial TFS (17) merasa kesal setelah ibunya, S (45), memukulnya menggunakan sapu lantaran tak kunjung melipat selimut dan merapikan sprei.

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, petugas segera merespons laporan yang diterima dari operator layanan darurat Polri.

“Begitu menerima laporan, anggota Polsek Tumpang segera mendatangi rumah pelapor untuk memastikan kondisi anak dan ibunya dalam keadaan baik. Setelah dilakukan klarifikasi, ternyata peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman antara anak dan orang tua,” ujar Bambang, Sabtu (1/11/2025).

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa sang ibu memukul anaknya tiga kali hingga menimbulkan memar ringan di bagian tangan dan paha. Usai kejadian, ibu itu pergi bekerja ke kebun, sementara anaknya melapor melalui telepon 110.

Petugas Polsek Tumpang kemudian mempertemukan keduanya di Balai Desa dengan disaksikan perangkat desa untuk dilakukan mediasi.

“Polisi hadir untuk menengahi dan memberikan edukasi. Keduanya akhirnya saling memaafkan, dan disepakati penyelesaian secara kekeluargaan dengan surat pernyataan bersama,” jelas Bambang.

Bambang katakan, layanan 110 terbuka bagi masyarakat untuk berbagai pengaduan, termasuk yang berkaitan dengan hubungan keluarga. Namun, polisi juga mendorong agar setiap persoalan rumah tangga diselesaikan dengan komunikasi yang baik.

“Kami hadir bukan hanya untuk penindakan, namun juga memberikan solusi. Komunikasi yang sehat di dalam keluarga sangat penting agar hal seperti ini tidak terulang,” tutupnya. (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow