Pelaku Curanmor di Pasar Among Tani Kota Batu Ternyata ODGJ, Ada Bukti Medis dari RSJ
Kepastian kondisi kejiwaan Eka diperkuat oleh dokumen resmi yang diterima dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat Lawang
KOTA BATU, SJP—Penangkapan terduga pelaku curanmor di area parkir Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, yang sempat viral di media sosial, akhirnya terungkap fakta baru. Pelaku yang diketahui bernama Eka Prasetiyo (28), warga Dusun Banturejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, ternyata orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Kasat Reskrim Polres Batu Iptu Joko Suprianto mewakili Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata menerangkan, setelah ditangkap warga dan diamankan ke Mapolsek Batu kemudian penyelidikan mendalam menemukan bahwa yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
“Dari hasil penangkapan dan penyelidikan lebih lanjut, ternyata yang bersangkutan merupakan seorang ODGJ, yang kami ketahui berdasarkan surat keterangan yang dikirimkan pihak keluarga,” ungkapnya, Selasa (17/6/2025).
Kepastian kondisi kejiwaan Eka diperkuat oleh dokumen resmi yang diterima dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Radjiman Wediodiningrat Lawang. Dalam dokumen tersebut, Eka tercatat sebagai pasien dengan diagnosa paranoid schizophrenia (F20.0) dan memiliki riwayat ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan.
Berdasarkan keterangan rumah sakit, Eka menjalani perawatan sejak 18 Maret 2025 dan pulang pada 27 Maret 2025 dengan kondisi remisi. Dia kemudian diambil pihak keluarga pada 29 April 2025 dengan catatan memerlukan kontrol lanjutan serta pengobatan rutin untuk menjaga kestabilan kondisinya.
"Peristiwa ini sendiri bermula pada Senin pagi, 16 Juni 2025, sekitar pukul 05.30 WIB, saat seorang pedagang di Pasar Among Tani mendapati motornya dipindahkan dari posisi semula. Padahal motor Yamaha Mio warna hijau bernopol N 3919 LF miliknya saat itu ditinggal dalam keadaan kunci kontak masih menempel," imbuhnya.
Tak lama kemudian, warga memergoki Eka yang diduga tengah berusaha membawa motor tersebut. Aksi nekatnya langsung memancing kemarahan warga, hingga dia sempat diamankan secara paksa sebelum petugas kepolisian tiba dan membawa pelaku ke Mapolsek Batu.
"Dengan fakta baru ini, pihak kepolisian kini tengah berkoordinasi dengan keluarga serta instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya. Poinnya yang bersangkutan masih diamankan di Mapolsek Batu untuk proses lebih lanjut,” tukas AKP Joko. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

