Pasca Kerusuhan, Polresta Blitar Imbau Orang Tua Awasi Anak-Anak Agar Tak Ikut Terprovokasi

Polres Blitar Kota mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan kepada anak-anak mereka, usai peristiwa kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Ahad (31/8/2025) dini hari. Imbauan ini wajib diperhatikan agar anak-anak tidak ikut terprovokasi ikut aksi yang berujung kerusuhan.

01 Sep 2025 - 17:31
Pasca Kerusuhan, Polresta Blitar Imbau Orang Tua Awasi Anak-Anak Agar Tak Ikut Terprovokasi
Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudho Uly. (Foto:Ninda Kinanti)

BLITAR, SJP - Pasca peristiwa kerusuhan yang terjadi di Blitar pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Ahad (31/8/2025) dini hari, Polres Blitar Kota mengimbau para orang tua untuk lebih ketat mengawasi anak-anaknya.

Hal ini wajib diperhatikan, agar anak-anak usia sekolah tidak sampai terprovokasi mengikuti aksi yang berujung kerusuhan.

Demikian ditegaskan oleh Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudho Uly. Para orang tua, diminta memperketat pengawasan anak-anaknya, terlebih saat mereka beraktivitas di luar kota.

"Para orang tua harus lebih ketat jaga anaknya. Perhatikan saat beraktivitas di luar rumah, jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu," tegasnya, Senin (1/9/2025).

AKBP Titus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga wilayah Blitar agar tetap aman dan kondusif.

Dia menyebut, aksi kerusuhan yang terjadi pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Ahad (31/8/2025) merusak citra Kota Blitar sebagai Kota perjuangan dan bumi Bung Karno.

Ia tak ingin, aksi serupa berupa penyerangan dan kerusuhan terjadi di wilayah Blitar.

"Yang kemarin itu bukan demonstrasi, tapi penyerangan. Kita himbau, mari kita jaga Kota Blitar yang merupakan kota perjuangan, kota proklamator. Mari kita kembali ke asal, situasi aman dan kondusif," ujarnya.

Terkait aksi kerusakan pada Sabtu (30/8/2025) malam hingga Ahad (31/8/2025), polisi berhasil mengamankan 143 orang. Mereka terdiri dari usia anak dibawah umur dan dewasa. Rata-rata mereka juga terindikasi mengkonsumsi minuman keras hingga narkoba.

Ratusan massa itu bukan demonstran, melainkan penyerang Mako Polres Blitar Kota. Sebagian dari massa ini, juga melakukan perusakan dan pembakaran di sejumlah titik di Kediri hingga gedung DPRD Kabupaten Blitar. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow