Pasca Demo Jalan Raya di Jember, Nasib Sopir Truk Material Kini Terkatung-katung

Mereka memasang kain kafan pada bak truk yang berisikan keluh kesah, dan harapan para sopir.

15 Jan 2025 - 16:30
Pasca Demo Jalan Raya di Jember, Nasib Sopir Truk Material Kini Terkatung-katung
Salah satu truk material yang diberi kain kafan bertuliskan kondisi para sopir yang meminta keadilan, imbas dari demo jalan Grenden - Puger (Foto : Ulum/SJP)

JEMBER, SJP - Pasca aksi masyarakat Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger Kabupaten Jember yang sudah berlangsung sejak seminggu terakhir, memang membuahkan hasil dan direspon oleh DPRD Jatim dan Jember. Bahkan, Bupati Jember dan Dinas PU Bina Marga Provinsi Jatim akan segera membenahi kerusakan jalan.

Beberapa klausul nota kesepahaman sudah ditentukan, yaitu yang bisa melintas di jalan itu, kurang lebih kendaraan dengan tonase 15 ton. Namun, hal tersebut membuat PT Imasco sendiri masih akan melakukan kajian dan nantinya hal ini akan dibahas kongkrit oleh para pucuk pimpinan semen Singa Merah tersebut.

Masyarakat pendemo jalan lega dari hasil tersebut. Namun, di sisi lain ada ratusan sopir dari berbagai daerah nasibnya terkatung-katung dan hanya bisa berkeluh kesah tidak bisa mencari nafkah dalam seminggu terakhir ini.

Hal itu hingga memaksa para sopir truk material membentangkan kain kafan berukuran 5 x 7 meter untuk menutupi bak dump truk yang terparkir di wilayah Kasiyan Timur dekat lokasi para pendemo jalan.

Pada kain kafan itu bertuliskan "Awal kehancuran putra daerah, gak bisa kerja akibat demo jalan kemarin,(15 ton) menyengsarakan masyarakat. Kami kelaparan, kau menari di atas luka". Kalimat itu menggambarkan keluh kesah ratusan sopir lokal dan juga sopir asal kabupaten lain yang nasibnya terkatung-katung.

Dari peristiwa itupun, salah satu sopir bernama Suwoko, asal Kecamatan Puger yang biasanya membawa truk untuk mengirim material batubara dari pelabuhan menuju pabrik semen Imasco Asiatic, hanya bisa menunggu sampai kapan aksi ini selesai.

"Ya saya sudah seminggu ini mas tidak bekerja. Terpaksa hutang sana sini untuk memenuhi kebutuhan hidup, karena tidak ada pemasukan lagi mas," kata Woko sapaan akrab Suwoko, Rabu (15/1/2025).

"Kami para sopir sebenarnya tidak menolak aksi ini, tapi bagaimana nasib kami para sopir sebagai tulang punggung keluarga kami. Tolonglah nasib kami juga diperhatikan, sembari menunggu perbaikan jalan raya ini," imbuhnya. 

Tidak hanya Suwoko, Hal serupa juga dirasakan Kholik, sopir truk trailer asal Kabupaten Lumajang yang sudah tidak bekerja selama seminggu.

"Anak istri saya sudah saya kasih tahu kondisi di sini mas. Mereka khawatir masyarakat anarkis seperti di Jawa Barat. Tapi Alhamdulillah tidak terjadi," ungkap Kholik.

"Kami intinya memohon agar tetap bisa bekerja dengan bagaimana caranya mas. Sopir yang pengirim ke Imasco sekitar 500 an orang mas, dan rata-rata juga warga Puger," ungkapnya.

Aksi masyarakat Desa Kasiyan Timur yang menuntut perbaikan jalan dan beberapa poin tuntutan dengan Pabrik Semen PT Imasco Asiatic belum menemui titik temu. Meski Senin lalu mereka bertemu di Pendopo Wahya Wibawa graha dengan seluruh elemen pemerintah. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow