Demo Tolak UU TNI di Blitar Berakhir Damai, Massa Ditemui Wakil Ketua DPRD

Ratusan mahasiswa di Blitar turun ke jalan menolak Undang Undang (UU) TNI yang digelar di depan kantor DPRD Kabupaten Blitar berakhir damai.

24 Mar 2025 - 21:51
Demo Tolak UU TNI di Blitar Berakhir Damai, Massa Ditemui Wakil Ketua DPRD
Ratusan mahasiswa saat menggelar aksi demo total UU TNI di depan kantor DPRD Kabupaten Blitar. (Foto : Ninda Kinanti)
Demo Tolak UU TNI di Blitar Berakhir Damai, Massa Ditemui Wakil Ketua DPRD
Demo Tolak UU TNI di Blitar Berakhir Damai, Massa Ditemui Wakil Ketua DPRD

BLITAR, SJP - Ratusan mahasiswa di Blitar yang tergabung dalam CIPAYUNG PLUS BLITAR RAYA yang terdiri dari organisasi mahasiswa ekstra kampus yakni GMNI, PMII, HMI dan Aliansi BEM turun ke jalan menolak Undang Undang (UU) TNI yang dinilai bermasalah. Aksi demonstrasi tersebut digelar di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar, Kanigoro pada Senin (24/3/2025) sore hingga malam.

Ratusan massa yang merupakan mahasiswa ini mengenakan pakaian serba hitam tampak membawa berbagai poster berisi kritik terhadap kebijakan tersebut.

Koordinator Aksi, Vita Neriza Permai mengatakan, aksi kali ini sengaja dilakukan untuk mendeklarasikan aturan yang dibuat harus pro terhadap rakyat Indonesia dan ia menilai UU TNI memiliki banyak polemik dan menjadikan kontroversi.

"Banyak menuangkan kontroversi, contoh menghilangkan supremasi sipil, setelah UU disahkan ada intimidasi jurnalis. Ini artinya ada kejanggalan yang patut dikritisi dan membuat kami turun ke jalan hari ini," kata dia, Senin (24/3/2025).

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi demo kali ini. Seperti, meminta Pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) dan menghentikan UU TNI. Menghilangkan intimidasi jurnalis dan meminta DPRD transparansi dengan masyarakat sipil.

"Tuntutan bagaimana Perppu terlaksana dan menghentikan UU TNI, hilangkan intimidasi jurnalis dan DPRD harus transparan dengan masyarakat sipil," ujarnya.

Aksi demo yang digelar ratusan mahasiswa di depan Kantor DPRD Kabupaten Blitar sempat memanas, karena massa memaksa masuk ke dalam gedung DPRD. Aksi itu berakhir damai, setelah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar menemui ratusan mahasiswa dan menandatangani kesepakatan untuk menyampaikan tuntutan kepada DPR RI.

"Karena sebenarnya esensi bagaimana suara kita terakomodir dengan baik. Berbeda lagi kalau dewan tidak kooperatif, pasti memanas dan teman teman memaksa masuk ke dalam," tutur Vita.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Muhammad Rifai mengaku tidak mempermasalahkan aksi demo yang digelar oleh ratusan mahasiswa di Blitar. Ia juga sepakat dengan aksi yang dilakukan mahasiswa, yang intinya untuk menegakkan supremasi hukum.

"Alhamdulillah mahasiswa mau beraksi, gak masalah soal aksi dan materi. Intinya ini niat baik jangan sampai dicederai oleh oknum tidak bertanggung jawab. Ada kesepakatan itu nggak apa apa, artinya keinginan sama untuk menegakkan supremasi hukum," imbuhnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow