Pasar Kripto Melemah, Bitcoin Tertekan Menjelang Rilis Data Inflasi AS

Pasar kripto mengalami pelemahan dalam 24 jam terakhir, dengan harga Bitcoin terus terkoreksi menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS)

11 Dec 2024 - 09:02
Pasar Kripto Melemah, Bitcoin Tertekan Menjelang Rilis Data Inflasi AS
Tiruan fisik Bitcoin terlihat di Dortmund, Jerman barat pada 27 Januari 2020. (FOTO: INA FASSBENDER/AFP)

Suarajatimpost.com - Pasar kripto mengalami pelemahan dalam 24 jam terakhir, dengan harga Bitcoin terus terkoreksi menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). 

Menurut data dari Coinmarketcap yang dilansir pada Rabu (11/12/2024) pukul 06.30 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun sebesar 0,5%, mencapai US$ 3,45 triliun dalam periode 24 jam.

Bitcoin (BTC), kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, tergerus 0,29% dan kini diperdagangkan pada harga US$ 97.051 per koin, setara dengan Rp 1,54 miliar (kurs Rp 15.914). Sebelumnya, pada 5 Desember 2024, Bitcoin sempat mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa di level US$ 103.600.

Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan sebesar 1,89%, menjadi US$ 3.641 per koin, sementara Binance Coin (BNB) turun 1,07%, tercatat pada harga US$ 680 per koin. Binance Coin sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi pada 4 Desember 2024, di harga US$ 793,35.

Kepala Pasar Youholder, Ruslan Lienkha, mengatakan kepada Coindesk bahwa pergerakan pasar kripto bisa dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap data inflasi yang akan dirilis pada hari Rabu.

"Pasar memperkirakan sedikit kenaikan inflasi," ujarnya. 

Namun, dia juga menambahkan, jika data CPI (Indeks Harga Konsumen) menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan, hal ini bisa memperburuk koreksi yang tengah terjadi di pasar keuangan.

“Dalam skenario seperti itu, waktu dan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed akan menjadi fokus utama menjelang tahun baru,” tutup Lienkha. (**)

sumber: investor.id
Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow