Harga LPG 3 Kg Naik dan Langka, PKL di Alun-alun Probolinggo Naikkan Harga Dagangan

Pasca kenaikan harga LPG 3 kilogram dua hari yang lalu, pedagang terpaksa menaikkan harga jualan mereka, salah satunya harga kopi.

16 Jan 2025 - 19:02
Harga LPG 3 Kg Naik dan Langka, PKL di Alun-alun Probolinggo Naikkan Harga Dagangan
PKL di sentra pujasera Alun-alun Kota Probolinggo ikut terimbas naiknya harga LPG 3 kilogram (Rahmad/SJP)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Dua hari pasca kenaikan harga LPG 3 Kg atau LPG Melon, pedagang di Pujasera Alun-Alun Kota Probolinggo, Jawa Timur, merasakan dampaknya.

Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga sejumlah makanan mulai dari kopi hingga makanan berat seperti bakso dan lain sebagainya.

Selain itu, pedagang juga mengeluhkan kesulitan dalam mencari stok LPG 3 Kg setiap hari.

Kamis pagi (16/01/2025), mayoritas pedagang masih belum terlihat berjualan. Hanya beberapa saja seperti pedagang bakso, soto, kopi dan minuman lainnya.

Pasca kenaikan harga LPG 3 Kg dua hari yang lalu, pedagang terpaksa menaikkan harga jualan mereka.

Misalnya, harga secangkir kopi yang sebelumnya Rp 4.000 rupiah kini menjadi Rp 5.000.

Mesran (42) pedagang kopi dan minuman ini mengaku, terpaksa menaikkan harga kopi seduhnya Rp 1.000. Hal ini, imbas naiknya harga LPG melon.

"Ya mau bagaimana lagi Mas, harga LPG 3 Kg itu naik dari Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu. Terpaksa sebenarnya, tapi itu kopi saja minuman lainnya harganya tetap," ujar warga Kelurahan Mayangan ini.

Selain harga naik, rupanya pedagang juga mengalami kesulitan dalam mendapatkan stok LPG di toko kelontong.

Mereka harus membeli ke agen dengan membawa persyaratan KTP untuk satu tabung LPG Melon.

"Kalau beli di toko itu tadi sulit keliling tidak dapat. Akhirnya beli di agen, cuma kalau di agen kan harus pakai KTP dan dibatasi pembeliannya sekali aja," kata Nimron (49) penjual bakso dan kikil.

Ia pun berharap, stok pada LPG 3 Kg itu tidak sulit. Sehingga meski harga naik, penjualan dan distribusinya lancar mengingat ia sebagai PKL, LPG merupakan kebutuhan utama.

Terkait dengan dugaan stok LPG 3 Kg yang minim dan dikeluhkan oleh pedagang, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

Kuota untuk toko kelontong atau pedagang eceran memang dibatasi hanya sekitar 10 persen dari total kuota sebanyak 11 ribu tabung untuk Kota Probolinggo pada tahun 2024.

"Namun soal langka tidak, bisa jadi itu stoknya kebetulan menipis apalagi ada batasan tersebut," ujar Fitriawati , Kepala DKUP setempat ditemui di kantornya Jalan Mastrip.

Atas hal itu, pihaknya mengarahkan masyarakat untuk membeli langsung ke pangkalan atau agen LPG setelah kenaikan harga LPG Melon.

Hal ini bertujuan agar harga eceran tertinggi hanya mencapai Rp 18 ribu.

"Jika membeli di luar pangkalan, harga tentu akan lebih mahal dari harga eceran tertinggi tersebut," tambahnya.

Atas hal itu, nanti pihaknya akan terus gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat atas naiknya harga LPG 3  Kg.

"Termasuk kami akan melakukan pengawasan langsung misal ke agen atau pangkalan resmi LPG 3 Kg," tutupnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow