Dari Limbah Jadi Rupiah, Warga Tulungagung Produksi Pot Karakter dari Galon Bekas
Satu pot karakter karya Mimi Hani tersebut dijual dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung tingkat kerumitan. Dalam sehari, ia mampu memproduksi sekitar lima hingga sepuluh pot karakter.
TULUNGAGUNG, SJP - Kreativitas warga Tulungagung dalam mengolah limbah patut diapresiasi. Seorang ibu rumah tangga di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, berhasil menyulap limbah galon air mineral bekas menjadi aneka pot bunga berkarakter unik dan menarik yang kini laris di pasaran.
Usaha pengolahan barang bekas tersebut ditekuni oleh Mimi Hani. Berawal dari keprihatinannya melihat tumpukan galon bekas yang tidak terpakai di belakang rumah, Mimi Hani akhirnya menemukan ide kreatif yang kini mendatangkan tambahan penghasilan bagi keluarganya.
“Awalnya di rumah itu banyak galon bekas yang enggak terpakai, menumpuk di belakang rumah dan bikin kotor. Terus saya iseng-iseng cari ide di internet, ketemu tutorial dan coba buat pot dari galon,” ujar Mimi Hani, Senin (19/01/2026).
Berbekal tutorial dari media sosial, galon-galon bekas tersebut mulai ia sulap menjadi pot bunga dengan berbagai karakter lucu. Tak disangka, hasil karyanya justru menarik perhatian warga sekitar.
“Ndak tahunya kok banyak yang suka. Dari situ akhirnya saya bikin lebih banyak lagi dan mulai dikomersilkan,” katanya.
Proses pembuatan pot karakter ini cukup detail dan membutuhkan ketelitian. Tahap awal dimulai dengan menggambar pola pada galon bekas, kemudian galon dipotong mengikuti pola tersebut.
Setelah itu, pot setengah jadi diwarnai menggunakan cat besi agar lebih awet. Sentuhan akhir dilakukan dengan melukis mata serta anggota tubuh lain sesuai karakter yang dibuat.
Mimi Hani mengakui, tahap paling rumit dalam proses produksi adalah pembuatan pola dan pengecatan.
“Yang paling sulit itu bikin pola sama ngecatnya, karena bidangnya enggak beraturan, jadi harus telaten,” ungkapnya.
Selama empat bulan menjalankan usaha ini, Mimi Hani telah menciptakan sedikitnya tujuh karakter pot, di antaranya sapi, jerapah, gajah, kelinci, angsa, Pikachu, hingga serigala. Dari berbagai karakter tersebut, pot berbentuk sapi menjadi yang paling diminati.
“Yang paling laris itu karakter sapi, Mas. Soalnya anak-anak sekolah kebanyakan suka sapi,” jelasnya.
Satu pot karakter karya Mimi Hani dijual dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp35 ribu, tergantung tingkat kerumitan. Dalam sehari, ia mampu memproduksi sekitar lima hingga sepuluh pot karakter.
“Sehari minimal bisa bikin lima sampai sepuluh pot,” tambahnya.
Untuk pemasaran, saat ini Mimi Hani masih mengandalkan penjualan secara offline melalui lingkungan sekitar dan jaringan pertemanan. Meski belum memanfaatkan pemasaran online, peminatnya terbilang cukup banyak.
“Kalau pemasaran sementara masih di sekitar sini sama ada beberapa sekolah yang pesan ke sini. Online belum,” katanya.
Bahkan, ia mengaku pernah menerima pesanan dalam jumlah besar dari salah satu sekolah yang tertarik menggunakan pot karakter tersebut sebagai media tanam sekaligus hiasan.
Kini, selain membantu mengurangi limbah plastik, usaha pot karakter dari galon bekas ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan ketekunan mampu membuka peluang usaha rumahan yang menjanjikan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

