Pandawa Nusantara Gandeng STKIP BIM Cetak Duta Remaja Nasional

Semangat remaja diarahkan ke jalur positif lewat Festival Ajang Kreasi & Kreatif, saat Pandawa Nusantara menggandeng STKIP BIM mencetak duta nasional anti narkoba, bullying, dan kesehatan.

31 Jan 2026 - 20:32
Pandawa Nusantara Gandeng STKIP BIM Cetak Duta Remaja Nasional
Peserta Festival Ajang Kreasi & Kreatif SMP dan SMA/SMK ke-VIII antusias mengajukan pertanyaan kepada narasumber dari BNN dalam sesi edukasi bahaya narkoba di STKIP BIM Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Masa muda identik dengan semangat besar dan rasa ingin tahu yang tinggi. Namun, tanpa diarahkan pada ruang-ruang positif, potensi itu justru bisa berujung pada perilaku menyimpang, bahkan tudak jarang melanggar hukum.

Berangkat dari kegelisahan tersebut, Pandawa Nusantara menggelar Festival Ajang Kreasi & Kreatif SMP dan SMA/SMK ke-VIII di Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan dan Keguruan Bina Insan Madiri (STKIP) Bina Insan Madiri (BIM) - Kampus Wiyung, Surabaya, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan tingkat nasional itu diikuti sekitar 350 pelajar SMP dan SMA/SMK dari berbagai daerah. Festival dikemas dalam bentuk kompetisi edukatif untuk mencetak duta-duta remaja yang diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Ajang Kompetisi Sekaligus Edukasi Remaja

Komisaris Pandawa Nusantara, Dwi Suryo Widiyanto, mengatakan festival ini merupakan gelaran ke-8 yang secara konsisten menyasar pelajar sebagai upaya pencegahan dini terhadap berbagai persoalan remaja.

"Festival Ajang Kreasi & Kreatif ini kami gelar untuk adik-adik SMP dan SMA/SMK tingkat nasional, dan untuk tahun ini kami berkolaborasi dengan STKIP BIM," ujar Dwi, Sabtu (31/1/2026).

Dalam festival tersebut, peserta berlomba dalam tujuh kategori duta, mulai dari Duta Anti Narkoba; Duta Kesehatan Remaja; Duta Makanan Sehat; Duta Remaja Jurnalis; Duta Healthcare Leadership; hingga Duta Anti Bullying dan Duta Fashion Show Design Picture.

"Tujuan besarnya adalah memberikan kegiatan positif, melatih karakter, sekaligus membekali mereka dengan ilmu penting seperti kesehatan, bahaya narkoba, dan pencegahan bullying," lanjutnya.

Selain kompetisi, peserta juga mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber eksternal dari masing-masing kategori dan bidang, diantaranya seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) ataupun Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Para pemenang akan menyandang status duta dan diharapkan aktif di sekolah masing-masing menjadi seseorang yang memberikan pengaruh, arahan, atau teladan kepada teman sebayanya.

"Harapannya mereka bisa menjadi peer support, peer leader, dan peer educator di sekolah maupun lingkungan masyarakat," kata Dwi.

Para peserta dan pemenang juga memperoleh sertifikat nasional, piala, medali, dan selempang duta yang dapat menjadi nilai tambah atau modal untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya.

Kampus Jadi Ruang Kolaborasi dan Pembelajaran

Dari sisi tuan rumah, STKIP BIM menyambut kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi sekaligus sarana pengenalan kampus kepada pelajar SMA/SMK. Nur Aini Saura Putri, Kaprodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) STKIP BIM merasa manfaat kegiatan kali ini bisa dirasakan oleh berbagai pihak.

"Kami membuka kolaborasi ini dengan tangan terbuka, karena selain memperkenalkan kampus, mahasiswa kami juga bisa belajar langsung bagaimana mengelola sebuah event,” ujar Dosen yang akrab disapa Rara itu.

Ia menambahkan, beberapa mahasiswa STKIP BIM juga dilibatkan sebagai relawan panitia acara agar terbiasa tampil di depan umum dan memiliki kompetensi praktis di luar kelas.

"Kami disini juga banyak dosen-dosen muda, jadi secara IT dan ilmu juga update, dan pembelajaran kami dorong langsung ke praktik, contohnya dari kegiatan hari ini," jelasnya.

Dosen PG PAUD STKIP BIM, Suhartini Nurul Azminah, menyebut kegiatan ini sejalan dengan upaya kampus untuk memperluas jangkauan dan menunjukkan kualitas lulusan.

"Meskipun kampus kami kecil, alhamdulillah banyak alumni yang lulus P3K dan PPG, dan hampir 100 persen mahasiswa kami sudah bekerja sebelum lulus," katanya.

Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi momentum agar STKIP BIM semakin dikenal luas, tidak hanya oleh guru, tetapi juga calon mahasiswa dari kalangan pelajar.

Pengalaman Baru bagi Peserta

Sementara itu, dari sisi peserta, kegiatan di STKIP BIM itu dinilai memberi pengalaman berbeda dibandingkan edukasi di sekolah. Adapun beberapa peserta yang merupakan pelajar dari SMP Negeri 4 Kota Mojokerto yang mengaku belajar banyak dari kegiatan tersebut.

Mereka adalah Chika Arum Putri Maharani (kelas 8), Adelia Disa Qatrunnada (kelas 9), Wella Berlian (kelas 9) dan Amiruzzaky Aulia Achmad (kelas 7). Chika mengaku bahwa dirinya menerima materi yang lebih lengkap dari kegiatan itu.

"Di sekolah memang ada edukasi anti narkoba, tapi di sini lebih lengkap karena langsung dari BNN," ujarnya.

Sementara itu, Adelia menilai suasana kegiatan terasa lebih santai dan interaktif. Dari kegiatan itu, dirinya dan 20 teman satu sekolahnya yang ikut perlombaan bisa merasa bisa merasakan suasana edukasi yang ringan dan menyenangkan.

"Acaranya seru, tidak terlalu formal, banyak tanya jawab antara juri dan peserta," katanya.

Tidak ketinggalan, mereka juga mengungkapkan tentang hadiah yang mereka dapat setelah aktif bertanya di beberapa kategori perlombaan. Lebih dari itu, mereka berharap ilmu yang didapat bisa dibagikan kembali kepada teman sebaya, terutama untuk menghindari perilaku negatif di usia remaja.

"Masalah bisa dihadapi tanpa narkoba atau hal-hal yang aneh," tukas Berlian. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow