Padukan Budaya Literasi, Digitalisasi dan Hemat Energi Melalui Lingkar Kediri
Mendorong budaya membaca terus terjaga, sekaligus mengikuti perkembangan jaman dengan digitalisasi serta menerapkan energi keberlanjutan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri memadukan ketiganya melalui "Lingkar Kediri (Literasi Keliling Dengan Energi Hijau Kota Kediri)."
KOTA KEDIRI, SJP - Budaya membaca beberapa tahun belakangan terdisrupsi oleh budaya digital. Padahal jika keduanya berjalan seimbang, ilmu dan pengetahuan yang didapat akan semakin besar.
Mendorong budaya membaca terus terjaga, sekaligus mengikuti perkembangan jaman dengan digitalisasi serta menerapkan energi keberlanjutan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri memadukan ketiganya melalui "Lingkar Kediri (Literasi Keliling Dengan Energi Hijau Kota Kediri)."
"Lingkar Kediri" merupakan perpustakaan keliling yang tidak hanya naik kelas. Tapi juga memiliki banyak fitur menarik. Selain membawa ratusan judul buku, Lingkar Kediri ini juga dilengkapi fasilitas hotspot. Memungkinkan anak-anak tidak hanya membaca buku fisik tapi juga buku digital.
"Layanan ini sudah mengadopsi teknologi wifi gratis. Jadi nantinya bukan hanya sebagai literasi keliling, tetapi sebagai hotspot keliling. Dan di dalamnya juga sudah ada aplikasi digital di mana nantinya anak-anak bisa mengakses, buku cetak maupun buku digital," jelas Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri Chevy Ning Suyudi, Rabu (29/4/2026).
Selain itu untuk kesinambungan energi, literasi keliling ini memanfaatkan unit motor listrik. Ada 3 unit literasi keliling yang akan berkeliling ke sekolah-sekolah yang belum memiliki perpustakaan representatif.
"Literasi bukan hanya kemampuan membaca, tetapi fondasi penting untuk membangun masa depan. Karena itu kami berkomitmen menghadirkan literasi yang mendekat ke anak-anak," tambah Chevy lagi.
Sebelumnya sudah 2 unit perpustakaan keliling yang sering menyapa anak-anak Kota Kediri.
"Nanti ini sasaran utamanya memang ke sekolah, ke SD, terutama yang sekolah belum memiliki perpustakaan. Jadi nanti juga bisa berkoordinasi untuk menjadwal," tambahnya.
Diperkenalkan bersamaan dengan Peringatan Hari Buku Internasional, keberadaan unit Lingkar Kediri ini merupakan langkah nyata pemerintah kota Kediri untuk memperluas pemerataan akses baca agar tidak ada anak yang tertinggal dalam kesempatan belajar.
"Kita ingin mensosialisasikan kepada anak-anak bahwa membaca buku ini banyak manfaatnya, selain bisa menambah wawasan, bisa menambah kreativitas. Anak-anak juga bisa meraih cita-citanya dengan rajin membaca buku. Ini kelilingnya, kadang-kadang di taman atau dimanapun, siapapun bisa mengakses," tegas Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

