Padi Varietas Unggul di Malang, Mampu Produksi 8,8 Ton per Hektare
Varietas unggul Kasima dan Sukma jadi andalan petani Malang, tersertifikasi, produktif, dan tahan cuaca ekstrem, dorong ketahanan pangan daerah.
MALANG, SJP – Pemerintah Kabupaten Malang mencatat lonjakan produktivitas padi lokal yang kini mencapai 8,8 ton per hektare.
Angka ini dinilai sebagai capaian strategis yang menunjukkan keberhasilan berbagai program pertanian yang selama ini dijalankan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Malang, Avicenna M. Saniputera, menyebutkan, tren positif ini tidak lepas dari konsistensi pemerintah dalam menghadirkan dukungan riil bagi petani.
“Ini bukan hasil yang datang tiba-tiba. Kami terus mengupayakan perbaikan dari hulu ke hili, mulai dari penyediaan benih unggul, pendampingan teknis, hingga distribusi alat dan mesin pertanian,” kata Avicenna, Kamis (10/4/2025).
Menurutnya, varietas lokal unggulan seperti Kasima dan Sukma kini menjadi andalan petani karena telah tersertifikasi dan memiliki daya tahan terhadap cuaca ekstrem serta produktivitas yang tinggi.
Beberapa waktu lalu, pihaknya juga sudah melihat langsung hasil panen di Turen Malang bersama pemangku kebijakan yang ada.
Avicenna juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun sistem pertanian yang berkelanjutan.
"Kolaborasi antara pemerintah, petani, akademisi, dan sektor swasta, kami ingin memastikan bahwa Kabupaten Malang tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan pangan lokal, tapi juga menjadi penopang swasembada pangan nasional,” ujarnya.
Komitmen ini, menurutnya, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas strategis dalam menjaga stabilitas nasional. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

