Okupansi Hotel di Tulungagung Meningkat Jelang Lebaran 2026, Capai 90 Persen Lebih
Rata-rata hotel di Tulungagung memiliki kapasitas sekitar 70 hingga 80 kamar. Dengan okupansi yang mendekati penuh, kondisi ini menjadi indikator kuat meningkatnya mobilitas masyarakat selama momen mudik Lebaran tahun ini.
TULUNGAGUNG, SJP - Tingkat hunian kamar hotel di Tulungagung mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tulungagung, okupansi kamar hotel terus merangkak naik sejak pertengahan Maret dan diprediksi mencapai puncaknya saat momen Lebaran hingga H+3.
Ketua Harian PHRI Tulungagung, Erry Fauriantoko, menjelaskan bahwa pada periode 19-20 Maret 2026, tingkat okupansi hotel masih berada di kisaran 60 hingga 70 persen. Namun, mulai 21 Maret hingga sekitar Lebaran hari ketiga, angka tersebut melonjak drastis.
“Pertanggal 19 Maret kemarin itu memang teman-teman di angka 60 sampai 70 persen. Nah, mulai besok itu sudah mulai di angka 80-90 persen, bahkan ada yang 93 persen,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Menurut Erry, lonjakan okupansi tersebut merata di hampir seluruh hotel di Tulungagung. Bahkan, beberapa hotel sudah mendekati kapasitas penuh sejak H- beberapa hari Lebaran.
“Rata-rata kalau Lebaran itu sudah di angka 90-an. Bahkan ada salah satu hotel, Front One, besok itu sudah full 100 persen. Lojika juga sudah di angka 91 persen,” katanya.
Ia menambahkan, rata-rata hotel di Tulungagung memiliki kapasitas sekitar 70 hingga 80 kamar. Dengan okupansi yang mendekati penuh, kondisi ini menjadi indikator kuat meningkatnya mobilitas masyarakat selama momen mudik Lebaran tahun ini.
Tingginya tingkat hunian hotel ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, terutama meningkatnya jumlah pemudik dari luar daerah yang membutuhkan tempat menginap.
“Yang paling banyak itu dari luar kota. Mereka mudik ke keluarga di sini, tapi karena rumahnya mungkin sempit atau kamar terbatas, akhirnya memilih menginap di hotel,” jelas Erry.
Selain itu, masyarakat lokal juga turut menyumbang peningkatan okupansi. Sebagian memilih menginap di hotel karena faktor kenyamanan selama libur Lebaran.
“Ada juga warga sini sendiri, mungkin karena pembantunya mudik, jadi daripada repot, mereka memilih stay di hotel,” tambahnya.
Untuk menarik minat tamu, hotel-hotel di Tulungagung juga menawarkan berbagai promo menarik selama periode Lebaran, terutama dalam bentuk paket bundling menginap beberapa hari.
“Biasanya ada bundling, kalau ambil dua atau tiga hari itu lebih murah. Misalnya yang harusnya Rp600 ribu per malam, untuk dua hari bisa jadi sekitar Rp1 juta. Kalau tiga hari bisa lebih murah lagi,” ungkap Erry.
Sementara itu, sektor kuliner di Tulungagung juga diprediksi akan merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan wisatawan dan pemudik. Meski pada hari pertama Lebaran sebagian rumah makan masih tutup, aktivitas diperkirakan mulai ramai pada hari kedua dan ketiga.
“Kalau hari pertama biasanya masih banyak yang tutup dan orang-orang juga masih fokus di rumah masing-masing. Tapi mulai hari kedua, ketiga, itu biasanya sudah banyak yang keliling dan mampir makan,” jelasnya.
Erry optimistis, momentum Lebaran tahun ini akan membawa berkah bagi pelaku usaha perhotelan dan kuliner di Tulungagung.
“Teman-teman rumah makan juga insya Allah akan ikut mendapatkan berkah di momen Lebaran ini,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

