Melodi Nostalgia, Kisah Cak Tono dan Kios Kaset Pita di Malang
Di Jalan Ir Juanda, Kota Malang, kios milik Sumartono, yang akrab disapa Cak Tono, menjadi tempat pertemuan bagi para pemburu kaset pita
KOTA MALANG, SJP - Di Jalan Ir Juanda, Kota Malang, kios milik Sumartono, yang akrab disapa Cak Tono, menjadi tempat pertemuan bagi para pemburu kaset pita. Dengan ribuan kaset bekas yang masih original, lapaknya menawarkan koleksi musik yang tak ternilai.
Tono menjelaskan, jumlah kaset di rumahnya lebih banyak daripada di lapak. Hal itu menunjukkan betapa besarnya kecintaannya terhadap musik. Mayoritas pelanggan yang datang adalah anak muda.
"Saya bersyukur anak muda masih mau membeli kaset lama," ujar Tono ditemui di kiosnya pada Kamis (16/1/2025).
Mereka umumnya mencari album-album dari genre rock, metal, dan indie tahun 70-an. Tono menjual kaset dari berbagai genre, mulai dari tahun 1960 hingga 2006.
"Produksi kaset pita sudah tidak ada sejak 2008," tambahnya, menggarisbawahi nilai dari setiap kaset yang ada.
Untuk memudahkan pencarian, Tono membedakan kaset lagu barat dan Indonesia. Ia juga sangat menjaga kualitas kaset yang dijual.
"Saya menggunakan kapas dan alkohol untuk membersihkan pita kaset," ungkapnya.
Tono telah berjualan kaset pita sejak tahun 1990, dan ia merasa bangga lapaknya ramai saat akhir pekan.
"Penggemar kaset biasanya ngobrol dan berbagi cerita soal musik," katanya.
Ia menawarkan kaset penyanyi Indonesia seharga Rp 15.000 dan kaset penyanyi barat seharga Rp 20.000.
Dengan setiap kaset yang terjual, Tono bukan hanya menjual musik, tetapi juga menghidupkan kembali kenangan bagi para pecinta musik yang merindukan sentuhan analog di era digital ini.
Kios Cak Tono tetap menjadi oasis nostalgia bagi siapa pun yang ingin merasakan kembali kehangatan dan keunikan kaset pita. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

