Nilai-Nilai Ramadan Harus Diaktualisasikan dalam Kehidupan Sehari-hari
puasa mengajarkan berbagai nilai penting seperti kejujuran, kesabaran, empati, dan istiqomah. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar tujuan utama puasa, yakni menjadi pribadi yang bertakwa, dapat tercapai.
KEDIRI, SJP - Ribuan jemaah Muhammadiyah melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Jumat (20/03/2026). Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat dan lancar.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Kediri Achmad Khoirudin menuturkan cuaca yang cerah saat pelaksanaan salat menjadi anugerah tersendiri.
"Merupakan satu anugerah kenikmatan luar biasa. Jadi kemarin kita akan tahu bahwa musim hujannya itu, terus-menerus hujan. Tapi begitu mendekati salat, terang. Jadi bisa terlaksana dengan nyaman," ungkapnya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat tinggi, dengan jumlah jemaah yang memadati area stadion sejak pagi hari. Achmad Khoirudin menambahkan, pelaksanaan salat Idulfitri jemaah Muhamadiyah di Kota Kediri tidak hanya terpusat di stadion Brawijaya, tetapi juga digelar di sekitar 18 titik lainnya.
Beberapa lokasi tersebut di antaranya berada di Kecamatan Pesantren, kawasan Gajah Mada, Lapangan Gujel, Lapangan Mrican, hingga GOR Jayabaya. Meski demikian, jumlah jemaah terbanyak tetap terpusat di Stadion Brawijaya.
Lebih lanjut, Achmad Khoirudin menekankan pentingnya menyikapi perbedaan dalam penentuan hari raya dengan bijak. Menurutnya, perbedaan merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menimbulkan perpecahan.
"Tidak ada alasan bahwa perbedaan itu kemudian dijadikan alasan untuk berselisih untuk bermusuhan," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat perlu saling menghormati, mengingat ada yang melaksanakan sholat Idulfitri pada hari ini dan ada pula yang melaksanakannya pada esok hari.
"Semenjak zaman dulu itu kita diciptakan memang sudah dalam kondisi beragam, berbeda-beda dan bahkan kita terlahir dari pertemuan sebuah perbedaan antara laki-laki dan perempuan, sehingga melahirkan kita ini. Artinya apa? kita dituntut untuk bisa mengambil hikmah dibalik perbedaan," tambahnya.
Selain itu, Achmad Khoirudin mengajak masyarakat untuk tidak hanya memaknai Idulfitri sebagai akhir dari ibadah puasa, tetapi juga sebagai momentum untuk mengamalkan nilai-nilai yang telah dilatih selama bulan Ramadan.
Menurutnya, puasa mengajarkan berbagai nilai penting seperti kejujuran, kesabaran, empati, dan istiqomah. Nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar tujuan utama puasa, yakni menjadi pribadi yang bertakwa, dapat tercapai.
"Agar kita mencapai target La'allakum tattaqun itu. Agar kalian bertakwa itu bukan hanya sekedar menahan diri dari lapar minum. Tetapi nilai-nilai yang kita dilatih satu bulan tadi seperti kejujuran, kemudian kesabaran, empati kemudian istiqomah dan lain-lain. Itu yang harus kita wujudkan dalam keseharian. Itu nanti yang akan mengantarkan kita menjadi orang yang bertakwa," jelasnya.
Ia pun berharap masyarakat dapat mengambil hikmah dari pelaksanaan ibadah Ramadan dan Idulfitri, serta menjadikannya sebagai bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
"Puasa itu mengajarkan kejujuran, kemudian kesabaran dan lain-lain. Itu yang harus kita aktualisasikan, harus kita wujudkan dalam perilaku kita, dalam kehidupan kita sehari-hari," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

