Pedagang Perlengkapan Haji dan Umrah di Depan Masjid Kota Probolinggo Menolak Direlokasi
Para pedagang di depan Masjid Agung Kota Probolinggo itu telah menempati lokasi sejak tahun 2015 dan merasa khawatir karena bangunan yang mereka tempati akan direvitalisasi.
KOTA PROBOLINGGO, SJP—Paguyuban pedagang perlengkapan haji dan umrah di Kota Probolinggo menolak relokasi yang direncanakan oleh pemerintah setempat.
Aksi penolakan dilakukan dengan membawa banner bertuliskan uangkapan penolakan pada Jumat (13/6/2025) di depan ruko atau toko mereka.
Ada sekitar 10 pedagang yang berjualan perlengkapan haji dan umrah di depan Masjid Agung Kota Probolinggo.
Ketua Paguyuban Pedagang Haji dan Umrah, Bambang Suwoto (55), menjelaskan alasan di balik penolakan tersebut.
Barang yang dijual oleh UMKM yang tergabung dalam paguyuban tersebut adalah untuk kepentingan haji dan umrah. Sehingga seharusnya tidak jauh dari masjid.
“Kami berharap, masih diberikan tempat di sekitar masjid,” kata Bambang.
Menurutnya, jika direlokasi ke Tempat Wisata Sumber Langit (TWSL), pendapatan pedagang akan turun drastis karena kondisi TWSL saat ini sepi.
"Selain itu, informasi yang diterima hanya menyebutkan adanya 5 ruko saja. Sementara jumlah pedagang yang tergabung dalam paguyuban ada 10 orang," ujarnya.
Hal ini berarti 5 pedagang lainnya tidak akan mendapatkan tempat jika relokasi dilakukan.
Rivo Alfadani (36), salah satu pedagang di Jrebeng Wetan, juga mengungkapkan keberatannya terhadap rencana relokasi tersebut.
Mereka telah menempati lokasi tersebut sejak tahun 2015. Mereka merasa khawatir karena bangunan yang mereka tempati akan direvitalisasi.
Meski tetap berterima kasih kepada pemerintah atas tempat yang telah disediakan sejak tahun 2015, mereka berharap dapat tetap berjualan di sekitar masjid agar dapat mempertahankan mata pencaharian utama mereka.
Dalam hal ini, para pedagang berharap agar pemerintah dapat mempertimbangkan ulang rencana relokasi tersebut.
Mereka berharap bisa tetap berjualan di sekitar Masjid Agung Kota Probolinggo agar dapat terus melayani jamaah yang membutuhkan perlengkapan haji dan umrah. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

