Nestapa Peternak Lebah Kediri, Gagal Panen akibat Cuaca dan Serbuan Madu Sintetis

Industri peternakan lebah Kediri di ambang krisis. Menghadapi tren gagal panen akibat cuaca ekstrem yang tak menentu, para peternak lokal kini harus bertaruh nyawa menghadapi maraknya serbuan madu sintetis murah di pasaran.

19 Jul 2026 - 10:31
Nestapa Peternak Lebah Kediri, Gagal Panen akibat Cuaca dan Serbuan Madu Sintetis
Panen madu. (Foto: magnific.com)

ADA masa di mana mendengung bersama ratusan ribu lebah adalah jaminan kesejahteraan. Kilas balik ke tahun 2020, saat pandemi Covid-19, permintaan pasar terhadap madu murni melonjak drastis. Industri ini mendadak menjadi primadona, memicu lonjakan jumlah peternak lebah di Kampung Madu Kediri hingga menyentuh angka sekitar 50 orang.

Namun, roda nasib berputar cepat. Kini, peternakan lebah tengah menghadapi masa-masa sulit dalam beberapa tahun terakhir. Para peternak lebah harus gigit jari setelah mengalami penurunan panen madu dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini tentu menjadi pukulan telak bagi keberlangsungan usaha mereka yang bergantung pada hasil alam.

“Tahun 2000, jumlah peternak 50-an orang, sekarang merosot, jadi 20 orang lebih,” papar Zeni Irfan, Sekretaris Asosiasi Peternak Lebah Daerah (Apida) Kediri Raya. Tak sedikit, peternak lebah madu yang akhirnya gulung tikar. Menurunnya penghasilan ini berpengaruh terhadap mata pencaharian peternak. Sedikit demi sedikit peternak mencari pekerjaan lain.

Pukulan pertama datang dari cuaca. Perubahan cuaca yang sulit diprediksi membuat para peternak kesulitan dalam mengelola lebah-lebah mereka. Alam tidak lagi bersahabat dan memberikan kepastian seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Faktor utama yang memicu kegagalan panen beruntun ini adalah kondisi cuaca yang tidak menentu,” kata Zeni Irfan.

Ketidakpastian ini diperparah oleh perkiraan cuaca yang dinilai tidak cocok dengan kenyataan di lapangan. “Sebelumnya, BMKG memperkirakan bahwa kemarau panjang akan dimulai pada bulan April, yang sempat membuat para peternak kembali bersemangat. Namun kenyataannya, hujan masih sering turun,” tambah Nurhadi, salah satu peternak.

Padahal, setahun silam, harapan Nurhadi membuncah. Dia optimis tren panen madunya bakal melonjak drastis. Dari produksi 1 ton madu pada 2024, setahun berselang melonjak lebih dari dua kali lipat, yakni 2,5 ton.

Sempat optimis di awal tahun, namun perolehan madu justru menunjukkan tren penurunan tahun ini. Hingga pertengahan tahun, Nurhadi baru panen 4 kuintal madu. “Apalagi, kena musibah keracunan di Pati, sepertinya anjlok produksi madu saya untuk tahun ini,” katanya.

Harga Anjlok Dikepung Madu Palsu

Belum usai bertarung dengan anomali cuaca, peternak lebah juga dihadapkan pada masalah fluktuasi permintaan pasar. Kondisi pasar yang tidak menentu ini kian diperumit dengan merosotnya harga madu murni di pasaran. Penurunan harga ini sangat berdampak pada pendapatan yang bisa dibawa pulang oleh para peternak.

Musuh laten yang merusak tatanan ekonomi ini bukanlah sesama peternak, melainkan produk tiruan.
“Anjloknya harga madu murni ini karena maraknya peredaran madu sintetis yang sangat banyak diperjualbelikan secara bebas, baik di toko-toko fisik maupun melalui platform belanja online,” ujar Zeni Irfan.

Keberadaan madu sintetis ini merusak harga pasar karena dijual dengan harga yang sangat murah, yakni berkisar antara Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram saja. Angka yang mustahil ditandingi oleh madu murni hasil jerih payah angon melintasi daerah.

Maraknya peredaran madu murah berkualitas rendah ini menjadi tantangan berat yang harus dihadapi para peternak lebah lokal. Di tengah perjuangan fisik menghadapi gagal panen di ladang, mereka terpaksa harus menyaksikan ruang hidup dan mata pencaharian mereka perlahan tergerus di pasar sendiri. (**)

Editor: Danu

LIPUTAN KHUSUS:

Manis dan Pahitnya Peternak Kampung Madu Kediri, Menjelajah Nusantara demi Angon Lebah

Nestapa Peternak Lebah Kediri, Gagal Panen akibat Cuaca dan Serbuan Madu Sintetis

Jadi Magnet Wisata Edukasi, Ini Daya Tarik Kampung Madu Kediri

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow