Jadi Magnet Wisata Edukasi, Ini Daya Tarik Kampung Madu Kediri

​Dusun Purworejo, Desa Bringin, kini menjelma jadi destinasi wisata edukasi mandiri lewat Kampung Madu. Dikelola oleh Pokdarwis setempat, tempat ini sukses menarik perhatian ratusan siswa sekolah hingga peserta kursus dari Kampung Inggris Pare untuk belajar budidaya, simulasi panen, hingga mencicipi langsung madu segar dari sarangnya.

19 Jul 2026 - 11:20
Jadi Magnet Wisata Edukasi, Ini Daya Tarik Kampung Madu Kediri
Serunya wisata edukasi lebah di Kampung Madu Kediri (foto: Dokumentasi Zeni Irfan)

PULUHAN siswa berkumpul mengelilingi kotak penangkaran lebah di Dusun Purworejo, Desa Bringin, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri. Setelah sarang lebah diberi sedikit pengasapan agar koloninya menjadi jinak, para siswa bergantian memegang sarang tersebut dengan antusias. Tempat ini adalah Kampung Madu, sebuah destinasi yang kini ramai dikunjungi wisatawan sekolah untuk belajar langsung tentang dunia lebah madu.

Di bawah pengelolaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Madu Bringin, kawasan ini telah tertata menjadi destinasi edukasi yang menarik. Pengunjungnya tidak hanya datang dari sekitar Kediri, tetapi juga luar kota seperti Surabaya, Jombang, dan Gresik untuk tingkat SD dan SMP. Selain anak sekolah, peserta kursus dari Kampung Inggris Pare juga menjadi pengunjung rutin. Salah satunya adalah lembaga kursus Mr. Bob yang pernah membawa sekitar 60 siswanya sekaligus untuk belajar di sini.

Menurut Zeni Irfan, ketua Pokdarwis Kampung Madu, tingkat kunjungan ke tempat ini fluktuatif namun konsisten. Dalam satu bulan, Kampung Madu bisa menerima sekitar 4 hingga 8 kali kunjungan rombongan. "Jumlah pengunjung ini biasanya akan melonjak tajam ketika memasuki musim liburan sekolah, dari Kampung Inggris menjadi yang paling mendominasi," ujarnya. 

Aktivitas edukasi di Kampung Madu dirancang agar peserta bisa berinteraksi langsung dengan alam. Petualangan dimulai dengan sesi pengenalan mengenai jenis-jenis lebah madu yang dibudidayakan. "Setelah memahami teorinya, para peserta diajak melakukan simulasi panen madu," ujar Irfan.

Proses ini diawali dengan teknik pengasapan pada sarang lebah agar kawanan lebah menjadi jinak dan aman. Setelah dipastikan aman, peserta diberikan kesempatan langka untuk memegang langsung sarang lebah tersebut dan berswafoto, lalu ditutup dengan mencicipi langsung *tester* madu segar yang baru dipanen.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Pokdarwis Kampung Madu memiliki harapan besar bagi perkembangan desa mereka. Zeni Irfan menjelaskan bahwa tujuan utama dari wisata edukasi ini adalah untuk mengenalkan potensi asli Desa Wisata Kampung Madu kepada masyarakat luas. "Kami berharap tempat rekreasi, kawasan ini diharapkan bisa terus menjadi pusat edukasi yang efektif dalam mengenalkan kehidupan lebah madu beserta manfaatnya bagi lingkungan sekitar," ujar Irfan. (**)

Editor: Danu

LIPUTAN KHUSUS:

Manis dan Pahitnya Peternak Kampung Madu Kediri, Menjelajah Nusantara demi Angon Lebah

Nestapa Peternak Lebah Kediri, Gagal Panen akibat Cuaca dan Serbuan Madu Sintetis

Jadi Magnet Wisata Edukasi, Ini Daya Tarik Kampung Madu Kediri

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow