Mudik Pakai Mobil Dinas, Camat Kasiman Bojonegoro Disanksi Potong TPP
Sebagai bentuk sanksi disiplin, Pemkab Bojonegoro menjatuhi sanksi terhadap Novitasari berupa pemotongan TPP sebanyak 25 persen
BOJONEGORO, SJP - Camat Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, dijatuhi sanksi pemotongan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) sebesar 25 persen oleh pemerintah setempat.
Sanksi itu dijatuhkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sebagai buntut dari ulah Novitasari yang nekat mudik lebaran menggunakan mobil dinas.
Pemberian sanksi terhadap Camat Kasiman tersebut dibenarkan oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah.
"Yang bersangkutan telah diberikan teguran dan sanksi berupa pemotongan TPP sebanyak 25 persen selama tiga bulan," kata Nurul, Rabu (16/4/2025).
Pemberian sanksi itu merupakan bentuk komitmen Pemkab Bojonegoro dalam menegakkan disiplin dan menjaga integritas aparatur sipil negara (ASN).
Dengan begitu, diharapkan menjadi pelajaran bagi ASN di lingkungan Pemkab Bojonegoro agar lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan fasilitas negara.
"Sanksi tersebut dikeluarkan setelah melalui proses pemeriksaan oleh Inspektorat bersama BKPP (Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan, red) Kabupaten Bojonegoro," lanjut wanita yang pernah menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro itu.
Ke depan, Camat Novitasari juga akan diberikan pembinaan oleh Pemkab Bojonegoro melalui bagian kepegawaian agar lebih disiplin dalam mengemban amanah sebagai ASN.
Sebelumnya, mobil dinas pelat S Bojonegoro tertangkap kamera tengah digunakan mudik. Video berdurasi 17 detik itu memperlihatkan mobil pelat merah sedang melaju di Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Lampung.
Tak ayal, video yang menangkap basah mobil milik pemerintah dengan pelat S Bojonegoro itu akhirnya viral di media sosial.
"Tertangkap basah mobil pejabat, letter S di Jalan Tol Sumatera Lampung. Ini bukan pelat Sumatra ya dipakai dinas di Hari Raya Idulfitri," ucap perekam video yang diunggah di akun TikTok @neymarwijaya13.
Unggahan tersebut lantas mengundang berbagai respons warganet. Salah satunya komentar sarkas atas tindakan oknum ASN yang dianggap tidak etis, karena menggunakan fasilitas dinas di luar kepentingan tugas.
"Dia mau tunjukin ke warga kampungnya bahwa dia pejabat yang diberi fasilitas mobil dinas. Bangga bukan?," tulis warganet. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

