Hadapi Tantangan SDM dan Infrastruktur, Bupati Bondowoso Siapkan Strategi Pembangunan 2027

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid memaparkan arah pembangunan 2027 dalam Musrenbang RKPD, dengan fokus pada kesejahteraan sosial, ketahanan pangan, serta penguatan ekonomi inklusif dan SDM.

30 Mar 2026 - 21:15
Hadapi Tantangan SDM dan Infrastruktur, Bupati Bondowoso Siapkan Strategi Pembangunan 2027
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid saat menyampaikan arah pembangunan tahun 2027 dalam Musrenbang RKPD di Pendopo Raden Bagus Assra (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan arah pembangunan daerah tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan kesejahteraan sosial dan ketahanan pangan berbasis pembangunan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bondowoso Tahun 2027 yang digelar di Bondowoso, Senin (30/3/2026).

Bupati menyebut pembangunan Bondowoso saat ini menunjukkan tren positif, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan strategis.

“Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,32 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 12,20 persen, serta tingkat pengangguran terbuka menurun menjadi 2,55 persen,” ujarnya.

Selain itu, ketimpangan ekonomi juga membaik dengan indeks gini sebesar 0,271. Namun demikian, ia mengakui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih tumbuh relatif lebih lambat dibandingkan capaian provinsi dan nasional.

Bupati menekankan, kondisi tersebut menjadi dasar penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan agar lebih cepat dan merata.

Sejumlah isu strategis pun menjadi perhatian, di antaranya kerawanan bencana, alih fungsi lahan, kerusakan lingkungan, rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, hingga belum optimalnya infrastruktur.

Untuk itu, tema pembangunan Kabupaten Bondowoso tahun 2027 ditetapkan sebagai “Penguatan Kesejahteraan Sosial dan Ketahanan Pangan Berbasis Pembangunan Berkelanjutan”.

Tema ini selaras dengan arah pembangunan nasional dan Provinsi Jawa Timur, yang menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi berkualitas serta penguatan pelayanan dasar.

Dalam paparannya, Bupati juga memaparkan sejumlah target indikator makro tahun 2027, di antaranya pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada kisaran 4,94 hingga 6 persen, tingkat kemiskinan ditekan menjadi 11 persen, serta IPM ditargetkan mencapai 72,60.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada kisaran 3,03 hingga 3,87 persen, serta indeks gini di angka 0,317.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Bondowoso menyiapkan sejumlah program prioritas, mulai dari penguatan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan digitalisasi pasar.

Selain itu, program peningkatan SDM melalui beasiswa pendidikan, jaminan kesehatan, serta pemberdayaan perempuan dan pemuda juga menjadi fokus utama.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah melanjutkan program “Rantas” (Ruas Infrastruktur Jalan Tuntas) guna meningkatkan konektivitas wilayah, serta mendorong pemerataan pembangunan.

Bupati juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi melalui digitalisasi layanan publik serta penguatan sistem merit bagi aparatur sipil negara.

“Perencanaan pembangunan harus berbasis data dan kinerja, serta mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam proses perencanaan pembangunan agar lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel.

“Kami berharap Musrenbang ini menghasilkan perencanaan yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow