Sapi Simental Seberat 1,2 Ton Asal Probolinggo Terpilih Jadi Hewan Qurban Presiden

Seekor sapi asal Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto. Sapi jenis Simental bernama Ronggo Waseso itu memiliki bobot mencapai 1,2 ton dan sebelumnya juga meraih juara dua dalam kontes sapi. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi peternak lokal Probolinggo.

23 May 2026 - 14:00
Sapi Simental Seberat 1,2 Ton Asal Probolinggo Terpilih Jadi Hewan Qurban Presiden
Pemilk sedang mengeluarkan sapi yang dibeli Presiden Prabowo. (Foto: Rizky Putra/SJP)

PROBOLINGGO, SJP–Perawatan intensif dan proses seleksi ketat mengantarkan seekor sapi milik peternak asal Kabupaten Probolinggo terpilih menjadi hewan kurban Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi jenis Simental bernama “Ronggo Waseso” itu berhasil menyisihkan sejumlah sapi lainnya setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan penilaian kualitas selama sekitar satu bulan.

Sapi berbobot 1,2 ton tersebut milik Dedy Rekta Andoko (41), warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Saat terpilih menjadi hewan kurban presiden, usia sapi itu baru menginjak 2,5 tahun. Dengan postur tubuh besar dan kondisi kesehatan prima, Ronggo Waseso dinilai memenuhi standar sebagai hewan kurban untuk orang nomor satu di Indonesia.

Dedy mengaku tidak menyangka sapi yang dirawatnya selama ini bisa terpilih menjadi hewan kurban presiden. Sebab, enam bulan lalu berat sapi tersebut masih sekitar 850 kilogram. Namun, berkat perawatan rutin, pemberian pakan berkualitas, vitamin, serta perhatian ekstra terhadap kesehatan ternak, berat Ronggo Waseso meningkat drastis hingga mencapai 1,2 ton.

“Jadi sebelum terpilih, Ronggo Waseso menjalani proses seleksi bersama sapi-sapi lain di Kabupaten Probolinggo selama satu bulan. Setelah proses seleksi faktual oleh Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, barulah sapi milik saya terpilih,” kata Dedy Rekta Andoko.

Menurut Dedy, keberhasilan sapinya terpilih menjadi hewan kurban presiden menjadi kebanggaan tersendiri. Apalagi sebelumnya Ronggo Waseso juga sempat meraih juara dua dalam kontes sapi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kualitas ternak lokal mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Meski enggan berbicara banyak soal harga, sapi tersebut disebut memiliki nilai sekitar Rp100 juta. Namun bagi Dedy, nilai kebanggaan jauh lebih besar dibanding nominal penjualan. Ia merasa hasil kerja kerasnya dalam merawat ternak selama ini akhirnya membuahkan hasil membanggakan.

“Sebelum dibeli presiden, sapi saya berhasil keluar menjadi juara dua dalam kontes sapi. Selain itu, ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya,” imbuhnya.

Sementara itu, Dokter Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, drh. Dendi Narindra Prabowo menjelaskan, terpilihnya Ronggo Waseso sebagai hewan kurban presiden tidak lepas dari perawatan maksimal yang dilakukan pemilik. Selain pemberian pakan dan vitamin yang cukup, kesehatan sapi juga terus dipantau secara berkala oleh petugas.

Menurutnya, faktor kebersihan kandang dan tubuh sapi juga menjadi perhatian penting dalam proses penilaian. Bahkan, vaksinasi terhadap penyakit mulut dan kuku (PMK) serta lumpy skin disease (LSD) telah diberikan untuk memastikan kondisi sapi tetap sehat dan layak menjadi hewan kurban presiden.

“Selain itu, kesehatan sapi juga kami jaga, serta vaksinasi LSD dan PMK juga tak luput telah kami berikan pada sapi. Kemudian kebersihan kandang dan kebersihan sapi juga menjadi faktor penting,” ujar drh. Dendi Narindra Prabowo. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow