Motor Tak Bertuan di Bazar Ranmor Surabaya Dialihkan Sebagai Bahan Praktik Siswa SMK
Bazar ranmor Surabaya berlanjut ke sesi dua, namun ratusan motor tak bertuan tak akan dimusnahkan Polrestabes memilih mengalihkannya menjadi sarana praktik siswa SMK.
SURABAYA, SJP - Bazar pengembalian kendaraan bermotor hasil curian (ranmor) di Polrestabes Surabaya sesi pertama telah berakhir, dan mulai Senin (26/1/2026) esok, kepolisian kembali membuka sesi kedua hingga akhir bulan.
Di balik upaya pengembalian motor ke pemiliknya, Polrestabes Surabaya menyiapkan langkah lanjutan bagi ratusan kendaraan yang tak kunjung bertuan akan dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan siswa SMK.
Sejak dibuka pada Rabu (21/1/2026), sekitar 1.050 unit sepeda motor hasil pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor dipamerkan di lingkungan Polrestabes Surabaya.
Motor-motor itu merupakan hasil pengungkapan kasus sejak Januari 2025, dengan pemilik tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga berbagai daerah lain.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan, rencana pemanfaatan motor tak bertuan tersebut bukan keputusan instan. Kepolisian tetap mengedepankan pengembalian kendaraan kepada pemilik sahnya sebagai prioritas utama.
"Untuk barang bukti yang tidak diambil, nanti akan kita pastikan dulu ke pemiliknya," ujar Kombes Pol Luthfie, Ahad (25/1/2026).
Upaya pencarian pemilik dilakukan secara bertahap dan administratif. Satlantas Polrestabes Surabaya akan menelusuri data kendaraan yang masih tersedia, mulai dari nomor rangka, nomor mesin, hingga pelat nomor, lalu mengirimkan surat ke alamat yang tertera dalam data tersebut.
"Kita akan bersurat kepada alamat yang tertera, untuk bisa mengambil," jelasnya.
Namun, Kombes Pol Luthfie mengakui tidak semua motor bisa diidentifikasi secara teknis. Sejumlah kendaraan ditemukan dalam kondisi nomor rangka dan mesin yang rusak, sehingga tidak bisa dibaca dan dilacak.
"Tetapi memang ada beberapa kendaraan yang tidak bisa teridentifikasi itu karena nomor rangka dan mesinnya sudah rusak. Sehingga tidak bisa terbaca," tutur Kombes Pol Luthfie.
Jika seluruh prosedur telah ditempuh dan pemilik kendaraan tetap tidak ditemukan, barulah Polrestabes Surabaya mengambil langkah pemanfaatan. Motor-motor tak bertuan itu akan dialihkan fungsinya untuk mendukung pendidikan vokasi, khususnya sebagai sarana praktik siswa SMK.
Menurut Kombes Pol Luthfie, kebijakan ini diambil agar barang bukti tidak berakhir sia-sia atau dimusnahkan tanpa manfaat jangka panjang.
"Jadi daripada sekadar dimusnahkan, kita berpikir kalau kendaraan yang memang tidak bertuan atau tidak teridentifikasi ini, bisa dimanfaatkan oleh anak-anak SMK untuk latihan dan mengembangkan ilmunya di situ," tuturnya.
Sementara itu, dari total motor yang dipamerkan, baru 84 unit yang berhasil diambil kembali oleh pemilik sahnya. Angka ini menunjukkan masih besarnya potensi kendaraan yang tidak kembali ke tangan pemilik, terutama karena faktor jarak, kesibukan, atau keterbatasan informasi.
Meski bazar ranmor dijadwalkan hingga 30 Januari 2026, Luthfie menegaskan pengambilan kendaraan tidak dibatasi secara kaku. Kepolisian tetap membuka ruang bagi masyarakat yang terkendala waktu maupun jam kerja.
"Kalau misalnya nanti masyarakat ada yang terkendala karena sedang kerja dan lain-lain, nanti bisa diambil di luar hari ini atau mungkin di luar jam dinas. Kami tetap akan layani," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

