Fenomena Bediding, BPBD Kota Kediri Imbau Warga Jaga Kesehatan dan Waspada Kebakaran
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengungkapkan bahwa wilayah Kediri Raya dan sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini sedang mengalami fenomena bediding, yakni penurunan suhu udara secara drastis yang menyebabkan udara terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari.
KEDIRI, SJP - BPBD Kota Kediri menyarankan masyarakat untuk menggunakan pakaian yang lebih hangat saat malam hingga pagi hari, memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kecukupan cairan tubuh serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Hal itu dilakukan mengingat belakangan ini suhu udara di Kota Kediri lebih dingin dibandingkan biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari. Fenomena yang dikenal dengan istilah bediding tersebut merupakan kondisi yang wajar terjadi saat musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Joko Arianto mengungkapkan bahwa wilayah Kediri Raya dan sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini sedang mengalami fenomena bediding, yakni penurunan suhu udara secara drastis yang menyebabkan udara terasa lebih dingin pada malam hingga pagi hari.
"Fenomena ini merupakan hal yang wajar karena wilayah Jawa Timur telah memasuki musim kemarau sejak bulan Mei. Penyebab utamanya adalah aliran angin timuran yang membawa massa udara dingin dan kering dari Australia menuju Indonesia," jelas Joko Arianto, Sabtu, (13/06/2026).
Menurut Joko, karakteristik udara yang dingin dan kering tersebut mengurangi pembentukan awan. Akibatnya, panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari lebih cepat dilepaskan ke atmosfer pada malam hari tanpa terhalang lapisan awan, sehingga suhu udara menjadi lebih rendah.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG Dhoho Kediri yang memprediksi fenomena bediding akan berlangsung sepanjang musim kemarau, yakni sekitar bulan Mei hingga September. Selain menyebabkan suhu udara lebih dingin, fenomena ini juga berdampak pada menurunnya kelembapan udara dan meningkatnya kecepatan angin.
"Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kulit kering, meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta memperbesar potensi terjadinya kebakaran lahan maupun kebakaran akibat kelalaian manusia," ujarnya.
Terkait hal terakhir, Joko mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran sampah di lahan terbuka.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuang rokok sembarangan dan tidak membakar sampah karena dapat memicu kebakaran. Seluruh instansi terkait sudah siap menjalankan tugas dan fungsi masing-masing untuk mengantisasi dampak musim kemarau dan fenomena bediding ini," tegasnya.(*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

