Semeru Kembali Bergeliat: Erupsi Tengah Malam Luncurkan Awan Panas di Tengah Kabut Pekat

14 Jun 2026 - 12:49
Semeru Kembali Bergeliat: Erupsi Tengah Malam Luncurkan Awan Panas di Tengah Kabut Pekat

LUMAJANG, SJP – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Sabtu (13/6/2026) menjelang tengah malam, tepatnya pukul 23.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami erupsi yang disertai dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG).

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Semeru melaporkan bahwa manifestasi puncak tidak dapat terlihat secara visual karena gunung diselimuti kabut pekat. Kondisi ini menyebabkan tinggi kolom abu vulkanik maupun jarak luncur pasti dari awan panas tersebut belum bisa teramati dengan jelas.

Meski visual gunung tersapu kabut, amukan Semeru terekam jelas pada instrumen pos pengamatan. Erupsi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 28 mm dan durasi gempa vulkanik berlangsung cukup lama, yakni sekitar 8 menit 37 detik.

Merespons aktivitas terbaru ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan Gunung Semeru pada Status Level III atau Siaga. Seiring dengan status tersebut, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi keamanan ketat guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak yang merupakan pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, warga juga diimbau tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena wilayah tersebut berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga radius 17 kilometer dari puncak.

Selain area bantaran sungai, zona steril juga diberlakukan dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru guna menghindari bahaya fatal dari lontaran batu pijar. Pihak PVMBG turut meminta masyarakat untuk terus mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak gunung.

Wilayah yang patut diwaspadai terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk potensi luapan lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (**)

Editor: Danu

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow