Perbaiki Mesin Kapal di Tengah Hujan, Nelayan Situbondo Meninggal Disambar Petir

Tiga nelayan di Pantai Brige’en, Kecamatan Panarukan, Situbondo, tersambar petir saat memperbaiki mesin kapal di tengah hujan deras. Satu orang meninggal dunia, dua lainnya mengalami luka bakar dan trauma berat.

07 Feb 2026 - 21:07
Perbaiki Mesin Kapal di Tengah Hujan, Nelayan Situbondo Meninggal Disambar Petir
Petugas mengunjungi rumah duka dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kejadian korban disambar petir hingga menyebabkan meninggal dunia (Foto : Sugeng/SJP)

SITUBONDO, SJP – Nasib nahas dialami tiga nelayan di Kabupaten Situbondo. Mereka tersambar petir saat hendak melaut di perairan Pantai Brige’en, Dusun Deje Gudang, Desa Peleyan, Kecamatan Panarukan, Sabtu (7/2/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara dua lainnya harus menjalani perawatan medis.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Ketiga korban masing-masing bernama Muh Lutfi Ansori (23), Wahid (48), dan Santoso (42). Saat itu, mereka bersama sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) lainnya bersiap berangkat melaut menggunakan Kapal Motor (KM) Mutiara. Namun, mesin kapal mendadak tidak dapat dihidupkan.

Meski kondisi cuaca sedang hujan deras disertai angin kencang, ketiganya berinisiatif memperbaiki mesin kapal yang mengalami gangguan.

“Saat itu hujan deras dan angin kencang. Karena mesin tidak kunjung hidup, kami mencoba memperbaikinya,” ujar Santoso saat menceritakan kejadian tersebut.

Nah, saat proses perbaikan berlangsung, tiba-tiba petir menyambar di sekitar kapal dan mengenai ketiga korban. Para ABK yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan dan membawa para korban ke darat.

Korban Muh Lutfi Ansori yang mengalami kondisi paling parah segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia dalam perjalanan.

Sementara itu, Wahid mengalami luka bakar parah di kedua tangannya, sedangkan Santoso mengalami luka di bagian kepala akibat sambaran petir. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan dan mengalami trauma berat.

Kapolsek Panarukan, AKP Harsono, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan penanganan dan penyelidikan di lokasi kejadian.

“Kami bersama unsur TNI dan perangkat desa telah mendatangi tempat kejadian perkara serta rumah duka untuk memastikan kronologi dan penyebab kematian korban. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kejadian tersebut murni akibat tersambar petir,” tegasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow