Cuaca Dorong Kenaikan Cabai, Komoditas Pangan Lain Masih Stabil di Malang

07 Feb 2026 - 21:59
Cuaca Dorong Kenaikan Cabai, Komoditas Pangan Lain Masih Stabil di Malang
Pemantauan harga dan stok bahan pokok di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (7/2/2026). Sejumlah komoditas pangan terpantau masih stabil jelang Ramadhan, meski harga cabai rawit merah mulai tertekan akibat pengaruh cuaca. (Foto : Humas Polres Malang for SJP)

MALANG, SJP – Harga sejumlah bahan pokok penting (bapokting) di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, terpantau relatif stabil menjelang Ramadan 2026. Meski demikian, komoditas cabai rawit merah mulai menunjukkan potensi kenaikan harga akibat faktor cuaca.

Pemantauan di Pasar Kepanjen menunjukkan ketersediaan bapokting seperti beras, minyak goreng, daging ayam, telur, serta bawang masih mencukupi dan tidak mengalami kelangkaan. Aktivitas jual beli berlangsung normal dengan daya beli masyarakat yang masih terjaga.

Berdasarkan data di lapangan, harga beras medium berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per kilogram. Minyak goreng Minyak Kita dijual Rp15.700 per liter. Sementara itu, daging ayam ras tercatat Rp39.000 per kilogram dan telur ayam ras Rp29.000 per kilogram.

Untuk komoditas hortikultura, bawang merah diperdagangkan Rp45.000 per kilogram dan bawang putih Rp35.000 per kilogram. Adapun cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram dan berpotensi mengalami fluktuasi.

Menanggapi kondisi tersebut, Kasatreskrim Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar menjelaskan bahwa faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama tekanan harga pada cabai rawit merah.

“Curah hujan yang cukup tinggi berdampak pada hasil panen cabai, sehingga berpengaruh terhadap pasokan dan harga. Namun secara umum, komoditas pangan lainnya masih terpantau stabil,” ujar AKP Hafiz, Sabtu (7/2/2026).

Ia menambahkan, pemantauan pasar dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar, terutama menjelang Ramadhan yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, para pedagang dan distributor diimbau untuk tetap menjaga kestabilan harga serta tidak melakukan penimbunan bahan pokok yang dapat merugikan konsumen.

“Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala agar masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang dan kebutuhan pokok tetap terjangkau,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow