Mensos RI Survei Usulan Lokasi Sekolah Rakyat di Mojokerto
Gus Ipul membeberkan, yang sudah siap ada 53 daerah dan sekarang ini ada 80 lebih yang disurvei. Kemungkinan sebagian besar bisa dimulai tahun ini.
MOJOKERTO, SJP - Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia (RI) Saifullah Yusuf melakukan survei lokasi sementara Sekolah Rakyat yang diusulkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, Ahad (23/4/2025).
Ada dua lokasi yang diusulkan Pemkab Mojokerto. Yakni Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pesanggrahan, Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Mojopahit, Dinas Sosial. Lokasinya berada di Jalan Raya Brangkal Nomor 862, Kecamatan Sooko.
Lokasi kedua yang diusulkan Pemkab Mojokerto yaitu gedung diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia yang berlokasi di Jalan Raya Terusan, Gedeg, Nomor 119, Kabupaten Mojokerto.
Lokasi Tempat Sekolah Rakyat yang diusulkan ini hanya bersifat sementara. Sebab. Pemkab Mojokerto tengah menyiapkan lahan untuk dibangun menjadi gedung Sekolah Rakyat permanen.
Rencananya, pada Juli 2025 atau tahun ajaran baru di tahun ini, Sekolah Rakyat sudah bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di lokasi sementara.
"Kami berkeliling, berbagi tugas dengan Pak Wamen, untuk koordinasi dengan kabupaten kota untuk persiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Ini difokuskan terhadap dua hal: pertama daerah yang mempunyai sumber daya yang mendukung, kemudian kita mulai penyelenggaraannya," kata Saifullah Yusuf saat diwawancarai, Ahad (13/4/2025).
Menurutnya, untuk sementara, Sekolah Rakyat bisa memakai gedung yang masih layak atau bisa direnovasi dan revitalisasi.
"Gedung-gedung yang bisa direnovasi, bisa kita revitalisasi, kemudian bisa kita gunakan penyelenggaraan Sekolah Rakyat, disesuaikan dengan kebutuhannya. Dimulai dari SD dulu, SMP maupun SMA dulu," ucap pria yang akrab disapa Gus Ipul itu.
Selanjutnya, kedatangan Mensos RI untuk menilik tanah yang direncanakan Pemkab Mojokerto untuk pembangunan Sekolah Rakyat secara permanen.
"Kedua, kita survei tentang tanah atau lahan yang dibutuhkan seluas di atas 5 hektare. Kita sarankan 6 hektare, agar sesuai dengan kebutuhannya, sesuai arahan presiden, setiap sekolah yang dibangun bisa menampung 1.000 siswa, dari tingkat SD, SMP dan SMA, kita bangunkan asrama dan perumahan guru," jelasnya.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut, secara nasional saat ini sudah lebih dari 250 lokasi yang sudah mengusulkan Sekolah Rakyat. Saat ini, tahapan proses Sekolah Rakyat dalam proses verifikasi.
"Ada yang mengusulkan lahan luasnya berbeda-beda. Ada yang luasnya di atas 10 hektare. Ada antara 6 sampai 10 hektare. Lahan yang dibutuhkan memang di atas 5 hektare," lanjutnya.
Sementara yang mengusulkan gedung Sekolah Rakyat sudah lebih dari 90 daerah yang sudah diverifikasi.
"Usulan gedung atau bangunan yang sudah siap, akan diverifikasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Kemudian disurvei dan hasilnya akan disampaikan ke kami," ujar mantan wakil gubernur Jawa Timur itu.
Gus Ipul membeberkan, yang sudah siap ada 53 daerah dan sekarang ini ada 80 lebih yang disurvei. Kemungkinan sebagian besar bisa dimulai tahun ini.
"Di Kabupaten Mojokerto ini saya lihat sepintas, cukuplah gedungnya kalau dipakai dua rombel, tahun ini," tandasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

