Manfaatkan Program Padat Karya, Pemkot Surabaya Siapkan Pekerjaan Alternatif bagi "Pak Ogah"

Pemkot Surabaya menertibkan Supeltas dengan mengalihkan ke program Padat Karya agar tetap berpenghasilan tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas kota.

27 Aug 2025 - 18:20
Manfaatkan Program Padat Karya, Pemkot Surabaya Siapkan Pekerjaan Alternatif bagi "Pak Ogah"
Supeltas atau Pak Ogah mengatur arus kendaraan di Jalan Raya Bratang Binangun, Surabaya (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menertibkan sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) atau yang kerap disebut “Pak Ogah” di jalan raya. Sebagai gantinya, Pemkot menyiapkan solusi alternatif berupa pekerjaan yang lebih layak melalui program Padat Karya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa penertiban itu dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Supeltas dinilai sering kali justru menambah kemacetan, alih-alih membantu kelancaran lalu lintas.

“Ini memang sudah kita mulai sebenarnya dengan Dishub untuk memetakan (Supeltas) yang ada di titik-titik itu. Karena saya juga merasakan, waktu mau belok (putar balik) malah tambah macet,” kata Eri di Surabaya, saat dikonfirmasi pada Rabu (27/8/2025).

Meski begitu, Eri menekankan bahwa Pemkot tidak hanya menertibkan, tetapi juga memberi perhatian pada kesejahteraan para Supeltas yang mayoritas merupakan warga Surabaya. 

Ia meminta Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Trio Wahyu Bowo, untuk mendata seluruh Supeltas agar bisa dialihkan ke program Padat Karya.

"Kalau itu (Supeltas) orang Surabaya, kasih pekerjaan yang layak. Kan kami punya Padat Karya, jadi kami akan tarik ke situ, kami sosialisasi itu dan sekarang sudah mulai berjalan,” ujarnya.

Menurut Eri, banyak pilihan pekerjaan yang bisa diikuti Supeltas dalam program tersebut, mulai dari pembuatan paving, pembuatan sandal hotel, hingga tenaga di Koperasi Merah Putih. 

"Banyak (alternatifnya) di Padat Karya. Ada pembuatan paving, dan lainnya, padat karya di Surabaya ada banyak kan (sudah berkembang),” jelasnya, Selasa (26/8/2025).

Selain persoalan lalu lintas, Eri juga menyoroti kondisi ekonomi Supeltas yang tidak stabil. Tidak hanya itu, nagi sebagian orang bahkan kehadiran supeltas juga malah dianggap mengganggu.

"Kadang saya juga miris, kenapa wargaku ada yang seperti itu, lalu hidupnya bagaimana? Pendapatannya berapa? Disamping itu, juga mengganggu orang lain, kadang ada (yang meminta uang) kemudian orang itu tidak terima, lalu tambah macet,” tegasnya.

Sementara itu, Dishub Surabaya telah mulai memetakan sejumlah titik di jalan raya yang menjadi lokasi operasi Supeltas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penataan kota yang sebelumnya diawali dengan penertiban parkir liar.

Pemkot juga mengimbau masyarakat agar melapor jika masih mendapati adanya Supeltas atau parkir liar. Menurut Eri, dua persoalan ini akan menjadi fokus utama Pemkot Surabaya dalam menciptakan ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

“Selain parkir liar, kami juga akan fokus ke Supeltas untuk saat ini,” tandas Eri. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow