Libatkan Bonek, Wisma Karanggayam Disiapkan Jadi Ikon Sepak Bola Surabaya
Wisma Karanggayam juga akan dikembangkan sebagai ikon sepak bola Surabaya dan ruang kebanggaan bersama guna merekatkan hubungan Persebaya dan Bonek, termasuk melalui penyediaan ruang dokumentasi sejarah.
SURABAYA, SJP - Wisma Karanggayam tengah disiapkan untuk dijadikan simbol baru sepak bola Surabaya. Kawasan yang sempat tak terawat itu akan dihidupkan kembali sebagai pusat pembinaan pemain muda sekaligus ikon kebanggaan yang melekat dengan Persebaya dan pendukungnya, Bonek.
Bak hadiah untuk para pecinta sepak bola Surabaya, kawasan itu tidak hanya akan melibatkan bonek dalam peresmiannya, namun juga ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026, yang mana bertepatan dengan momentum hari jadi Persebaya yang jatuh setiap tanggal 18 Juni.
Surabaya sendiri sejak lama dikenal sebagai kota yang memiliki ikatan emosional kuat dengan sepak bola. Olahraga itu bukan sekadar tontonan, melainkan bagian dari identitas warga. Persebaya, klub yang berdiri sejak 1927 dan menjadi salah satu pendiri PSSI, tumbuh bersama denyut kehidupan Kota Pahlawan.
Fanatisme itu semakin kuat dengan hadirnya Bonek, kelompok suporter yang dikenal luas di tingkat nasional. Bonek bukan hanya identik dengan jumlah dan militansinya, tetapi juga loyalitas tanpa syarat terhadap Persebaya, bahkan ketika klub berada di masa-masa sulit seperti saat tim itu "mati suri" di awal tahun 2010.
Dalam konteks itulah, Wisma Karanggayam tidak hanya dibangun sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai ruang yang merepresentasikan kecintaan arek-arek Surabaya terhadap sepak bola. Hal itu juga menunjukkan bahwa kini giliran pecinta bola yang merasakan rangkaian revitalisasi dari Pemkot Surabaya.
Dari Lahan Terbengkalai Jadi Pusat Pembinaan
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut Wisma Karanggayam mengalami perubahan drastis dibandingkan kondisi sebelumnya. Lapangan utama kini telah rampung dan pembangunan akan berlanjut ke fasilitas pendukung.
"Lapangan Karanggayam yang dulu (seperti) hutan sudah berubah total, nanti kita melanjutkan (pembangunan) mess, dan nanti ada tambahan bangunan yang terkait ruang ganti pakaian, terus toilet yang ada di sebelahnya dari mess (wisma) tadi," papar Eri saat dikonfirmasi pada Minggu (18/1/2026).
Seluruh fasilitas pendukung, termasuk mess, ruang ganti, dan bangunan wisma, ditargetkan selesai pada Mei atau Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Persebaya.
"InsyaAllah bangunan akan selesai di bulan Mei atau Juni (2026). Sehingga pada waktu ulang tahunnya Persebaya, sudah selesai. Bangunan sekaligus lapangannya, termasuk museum yang ada di GBT," jelas Eri.
Untuk Wisma Karanggayam akan difungsikan sebagai pusat pembinaan sepak bola usia dini hingga remaja. Skema yang disiapkan Pemkot menyasar anak-anak berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA/SMK.
"Jadi nanti anak yang di tingkat SD, SMP, SMA yang dia terbaik dari pertandingan-pertandingan yang kita lakukan, bisa kita kumpulkan di sini (Lapangan Karanggayam), lalu di-coaching klinik dengan pemain-pemain Persebaya," tutur Eri.
Pembinaan dirancang berjenjang agar talenta muda Surabaya tidak terputus di level akar rumput. Nantinya setiap anak yang dari kampung akan diikutsertakan dalam liga antar kampung, dan yang lolos akan masuk ke mess (Karanggayam).\
"Jadi mereka (anak-anak) yang masuk mess akan diberikan coaching klinik oleh Persebaya selama seminggu atau dua minggu," ujarnya.
Selain aspek teknik melalui pelatihan bersama pemain profesional, Wisma Karanggayam juga akan dikembangkan sebagai pusat latihan fisik dan pembentukan tubuh atlet.
"Yang berikutnya di Karanggayam ini kita juga akan mengembangkan tempat-tempat untuk pelatihan. Selain coaching clinic, tapi bagaimana membentuk body," katanya.
Menjadi Ikon Sepak Bola dan Rumah Sejarah Bonek
Pemkot Surabaya juga akan melengkapi Wisma Karanggayam dengan tribun penonton portable agar masyarakat dapat menyaksikan proses latihan tanpa mengganggu aktivitas pemain.
"Ada tribun yang tapi nggak full, hanya portable. Jadi pada waktu latihan ada tribun yang memang dia bisa ditarik, bisa dipasang, tapi tidak permanen," ujar Eri.
Lebih dari itu, Wisma Karanggayam akan diposisikan sebagai ikon sepak bola Surabaya yang tak terpisahkan dari Persebaya dan Bonek. Bahkan, Eri berharap suporter Bonek dilibatkan langsung dalam peresmian kawasan tersebut.
"Maka nanti yang meresmikan, saya berharap juga teman-teman Bonek yang meresmikan ini. Karena ini juga akan menjadi milik Bonek, menjadi kebanggaan pride-nya Bonek," terangnya.
Kawasan tersebut juga akan menjadi ruang dokumentasi sejarah, bukan hanya tentang gelar juara Persebaya, tetapi juga perjalanan panjang Bonek dari masa ke masa.
"Jadi nanti di tempat wisma ini tidak hanya ada sejarah terkait Persebaya menjadi juara, tapi sejarah bagaimana Bonek juga mulai awal sampai hari ini itu dengan suka dukanya, dengan jatuh bangunnya Persebaya, Bonek masih setia,” kata Eri.
Pemkot berharap kehadiran Wisma Karanggayam tidak berhenti pada fungsi olahraga dan simbolik semata, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Jadi bagaimana Wisma Karanggayam ini tidak hanya mengenang atau membangkitkan jiwa Bonek kita, tapi bisa menggerakkan ekonomi dari sepak bola," pungkas Eri.
Dengan konsep tersebut, Wisma Karanggayam diproyeksikan menjadi ruang di mana pembinaan, sejarah, fanatisme, dan ekonomi warga bertemumenjadikannya rumah baru bagi masa depan sepak bola Surabaya. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

