Jalan Lingkar Selatan Bondowoso Belum Terealisasi, Dinas BSBK Fokus Amankan Aset

Tahun 2026, Pemkab memprioritaskan pengamanan lahan yang sudah dibebaskan sambil menunggu realisasi anggaran jembatan dari pemerintah pusat.

26 Feb 2026 - 15:30
Jalan Lingkar Selatan Bondowoso Belum Terealisasi, Dinas BSBK Fokus Amankan Aset
Jalu lingkar selatan di Desa Pancoran yang hingga saat ini masih belum selesai dibangun (Foto : Rizqi/SJP)

BONDOWOSO, SJP – Pembangunan Jalan Lingkar Selatan di Desa Pancoran dan Kejawan hingga kini belum terealisasi secara tuntas. Pemerintah Kabupaten Bondowoso masih menghadapi kendala konektivitas dan keterbatasan anggaran, terutama untuk pembangunan jembatan penghubung.

Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, menjelaskan, belum terbangunnya jembatan menjadi faktor utama tersendatnya penyelesaian proyek tersebut.

“Lingkar Selatan itu belum ada jembatannya. Kita sudah usulkan ke kementerian, juga melalui DAK dan provinsi. Tapi belum bisa direalisasikan karena jalannya belum terkoneksi,” ujar Ansori saat dikonfirmasi, Kamis (26/2/2026).

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan disebabkan oleh pembebasan lahan. Menurutnya, sisa lahan yang belum tuntas relatif kecil dan dapat diselesaikan. Namun pembangunan jembatan menjadi syarat utama agar ruas jalan bisa tersambung sempurna.

Ansori menyebutkan, ruas jalan yang belum terselesaikan diperkirakan kurang dari dua kilometer, ditambah satu unit jembatan. Tanpa jembatan, jalan tidak dapat difungsikan secara maksimal.

“Kurang dua kilometer plus jembatan,” katanya.

Untuk tahun 2026, pihaknya memprioritaskan pengamanan aset. Sejumlah lahan yang telah dibebaskan sebelumnya masih dimanfaatkan warga, sehingga perlu dilakukan penertiban dan pengamanan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Pada 2025, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan. Namun realisasinya belum dapat dilakukan karena harus melalui proses appraisal atau penilaian harga tanah terlebih dahulu.

Terkait pembangunan jembatan, Ansori mengakui kemampuan APBD Kabupaten Bondowoso masih terbatas. Estimasi kebutuhan anggaran untuk satu jembatan berkisar antara Rp20 hingga Rp25 miliar.

“Kalau jembatan, APBD belum cukup. Untuk pembebasan lahan dan perkerasan mungkin bisa, tapi kalau pengaspalan dan konstruksi penuh belum mampu,” jelasnya.

Karena itu, pembangunan jembatan di Jalan Lingkar Selatan tetap diusulkan ke kementerian. Selain di ruas Pancoran–Kejawan, terdapat dua jembatan lain yang juga diajukan, yakni di Desa Koncer dan Tegalampel.

"Kami berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat dapat segera terealisasi agar Jalan Lingkar Selatan bisa tersambung sepenuhnya dan mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah Bondowoso," tandasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow