Lawan Gejolak Global, Petrokimia Gresik Pasok 219 Ribu Ton Pupuk Hadapi Musim Tanam

Anggota holding Pupuk Indonesia ini memastikan keandalan produksinya dengan menyiagakan stok pupuk bersubsidi sebesar 219.648 ton demi menyambut musim tanam April—September 2026. ​Per 10 Mei 2026, seluruh pasokan tersebut telah siaga di jaringan distribusi dan siap dikucurkan kepada petani yang berhak melalui skema Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

18 May 2026 - 21:39
Lawan Gejolak Global, Petrokimia Gresik Pasok 219 Ribu Ton Pupuk Hadapi Musim Tanam
Foto: Gudang penyimpanan pupuk milik Petrokimia Gresik. (Foto: Istimewa)

GRESIK, SJP - Di tengah dinamika pasokan bahan baku industri dunia yang kian bergejolak, PT Petrokimia Gresik bergerak cepat mengamankan ketahanan pangan nasional. 

Anggota holding Pupuk Indonesia ini memastikan keandalan produksinya dengan menyiagakan stok pupuk bersubsidi sebesar 219.648 ton demi menyambut musim tanam April - September 2026. ​

Per 10 Mei 2026, seluruh pasokan tersebut telah siaga di jaringan distribusi dan siap dikucurkan kepada petani yang berhak melalui skema Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS).

​Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa para petani tidak perlu risau menghadapi musim tanam paruh kedua tahun ini. Langkah strategis telah diambil guna memastikan operasional pabrik tetap berjalan tanpa hambatan.

​"Stok ini sudah tersedia dan siap disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku. Kami berharap petani bisa menjalani musim tanam April–September ini dengan optimal," ujar Daconi dalam keterangan tertulisnya, Senin (18/5/2026).

Secara rinci, total stok 219.648 ton pupuk bersubsidi tersebut terdiri atas ​NPK Phonska 166.324 ton, ​Urea bersubsidi 32.054 ton, ​Pupuk organik Petroganik 16.611 ton, ​ZA 2.720 ton, dan​SP-36 1.939 ton.

Menurut Daconi, kelancaran pasokan tahun ini juga mendapat angin segar dari reformasi tata kelola yang dilakukan Pemerintah. Guna mengikis birokrasi, sebanyak 145 aturan yang tumpang tindih resmi dipangkas menjadi satu aturan induk melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, yang kemudian disempurnakan lewat Perpres 113/2025 serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025.

​Lanjut Dirut Petrokimia Gresik itu, penyederhanaan regulasi ini menjadi stimulus penting yang mendongkrak efektivitas distribusi ke seluruh pelosok negeri sejak awal tahun.

​"Penyederhanaan ini mendukung kelancaran distribusi pupuk ke seluruh Indonesia secara tepat waktu, sekaligus memicu tingginya penyerapan pupuk bersubsidi di awal tahun," paparnya.

​Dampak positif debirokrasi ini tecermin dari performa penyaluran di lapangan. Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi pupuk bersubsidi secara nasional telah menembus angka 3,46 juta ton. Jumlah ini setara dengan 35 persen dari total alokasi tahunan sebesar 9,85 juta ton, sekaligus mencatatkan lonjakan tajam sebesar 35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.

​Sebagai komitmen final dalam menyokong swasembada pangan, Pupuk Indonesia Group juga memperketat pengawasan di tingkat hilir. Perusahaan memastikan seluruh jaringan distribusi disiplin menerapkan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) baru yang telah dipotong sebesar 20 persen oleh Pemerintah. (**)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow