Gegara Remaja Main Api, Lahan Tebu di Nganjuk Ludes
Insiden yang bermula dari area tanaman yang baru dipanen tersebut dengan cepat merembet ke hektaran lahan tebu siap panen di sekitarnya. Akibat kejadian ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.
NGANJUK, SJP — Aksi ceroboh seorang remaja yang bermain api di area perkebunan tebu berujung petaka. Kebakaran hebat melahap lahan tebu milik Sutiono (54) di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa (21/7/2026) sore hingga malam hari.
Insiden yang bermula dari area tanaman yang baru dipanen tersebut dengan cepat merembet ke hektaran lahan tebu siap panen di sekitarnya. Akibat kejadian ini, kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Nganjuk, laporan kebakaran pertama kali diterima dari warga setempat pada pukul 16.39 WIB.
"Petugas langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 16.53 WIB," ujar Komandan Regu Pos Lengkong DPKP Nganjuk, Sutikno, dalam laporan resminya, Selasa (21/7/2026).
Sutikno menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang remaja diketahui bermain api di lahan tebu yang sudah dipanen. Karena kondisi cuaca cerah dan banyaknya material kering, kobaran api dengan cepat membesar dan tak terkendali.
Posisi lahan yang berada tepat di tengah-tengah hamparan tebu yang belum dipanen membuat kobaran api dengan cepat menjalar dan mengepung tanaman di sekitarnya. Warga yang sempat panik akhirnya langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Untuk menaklukkan si jago merah, DPKP Nganjuk menerjunkan armada serta personel gabungan dari Pos Lengkong dan Pos Tanjunganom, dibantu Anggota Siaga 2. Proses pemadaman berlangsung cukup alot dan memakan waktu lebih dari empat jam.
"Api baru benar-benar berhasil dipadamkan total sekitar pukul 21.10 WIB setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan di seluruh titik lokasi," tambah Sutikno.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.
Selain personel pemadam kebakaran, aksi pemadaman juga melibatkan sinergi dari berbagai pihak di lapangan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kertosono, perangkat desa setempat, serta warga sekitar yang bahu-membahu membantu melokalisasi pergerakan api.
Pihak berwenang kembali mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anak dan tidak melakukan aktivitas pembakaran atau bermain api di sekitar area perkebunan yang rentan terbakar. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

