Terapkan Perda Baru dan Gandeng Pihak Ketiga, Target PAD Sektor Wisata di Nganjuk Naik 30 Persen
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga 30 persen pada periode tahun 2025 hingga 2026.
NGANJUK, SJP - Sektor pariwisata terus menunjukkan tren positif dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian di Kabupaten Nganjuk. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, mengungkapkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga 30 persen pada periode tahun 2025 hingga 2026.
Lonjakan capaian PAD ini tidak lepas dari implementasi Peraturan Daerah (Perda) baru Perda Nomor 6 tahun 2025, tentang pajak retribusi tempat wisata yang menjadi landasan hukum kuat dalam penataan retribusi serta pengelolaan destinasi wisata. Selain mempertegas regulasi, keberadaan Perda ini turut membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan pihak swasta atau pihak ketiga.
Langkah strategis menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan objek wisata terbukti mampu mendorong efisiensi, pembenahan fasilitas, hingga inovasi wahana secara lebih profesional. Kemitraan ini berhasil meningkatkan daya tarik objek wisata unggulan, yang berbanding lurus dengan peningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
"Alhamdulillah, berkat adanya Perda baru serta skema kerja sama dengan pihak ketiga, pengelolaan objek wisata kita makin optimal. Capaian PAD kita dari tahun 2025 hingga 2026 ini berhasil naik signifikan sekitar 30 persen. Ke depan, kita komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas demi kenyamanan para wisatawan," kata Gunawan Widagdo, Selasa (21/7/2026).
Disinggung langkah Disporabudpar untuk menggenjot PAD yang lesu, Gunawan mengatakan, pihaknya menurunkan retribusi karcis yang lebih terjangkau, transparan, dan ramah pengunjung. Langkah ini sekaligus menjadi strategi untuk menekan daya tarik wisatawan agar lebih ramai mendatangi destinasi wisata daerah terutama di objek yang kerap dikunjungi
"Fokus utama Perda baru ini memang pada penataan retribusi karcis, di mana tarif parkir kita turunkan agar lebih terjangkau dan transparan bagi pengunjung," bebernya
Menurut Gunawan, ada salah satu destinasi unggulan penyumbang PAD tertinggi, yaitu Wisata Pemandian Sri Tanjung, meski sempat mengalami penurunan pendapatan akibat tutup selama beberapa minggu.
Untuk mengejar ketertinggalan dan memaksimalkan potensi destinasi tersebut, Disporabudpar menerapkan skema kerja sama dengan pihak ketiga. Melalui keterlibatan pengelola profesional dan penerapan Perda retribusi karcis yang baru, operasional Pemandian Sri Tanjung serta objek wisata lainnya kini didorong agar lebih efisien dan memiliki daya tarik yang lebih kuat.
"Fokus utama Perda baru ini ada pada penataan retribusi karcis, termasuk penurunan tarif parkir agar lebih terjangkau. Memang objek wisata Pemandian Sri Tanjung yang menjadi salah satu penyumbang PAD tertinggi sempat menurun pendapatannya karena tutup beberapa minggu," terang Gunawan Widagdo
Dengan pemberlakuan Perda retribusi karcis yang lebih berpihak pada wisatawan serta ditunjang kemitraan profesional, Disporabudpar optimistis sektor pariwisata daerah akan makin berkembang pesat dan berkelanjutan. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

