Disporabudpar Nganjuk Bantah Isu Gunakan APBD untuk Pentas Budaya di TMII, Sebut Murni Swadaya

Disporabudpar Nganjuk membantah isu penggunaan APBD untuk pagelaran budaya di TMII. Kegiatan disebut murni dibiayai secara swadaya, mendapat dukungan berbagai pihak, serta menghasilkan komitmen revitalisasi Museum Anjuk Ladang dari Kementerian Kebudayaan.

21 Jul 2026 - 20:23
Disporabudpar Nganjuk Bantah Isu Gunakan APBD untuk Pentas Budaya di TMII, Sebut Murni Swadaya
Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo (foto: Kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk membantah isu yang menyebut pagelaran seni "Harmoni Budaya Kabupaten Nganjuk" di Anjungan Jawa Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (18/7/2026), dibiayai menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran operasional maupun anggaran kegiatan yang dikelola Disporabudpar. Menurutnya, seluruh pembiayaan berasal dari hasil swadaya dan partisipasi berbagai pihak.

"Kami tegaskan bahwa isu mengenai penggunaan anggaran dinas untuk acara di TMII itu tidak benar. Kegiatan ini murni hasil urunan dan partisipasi swadaya, sama sekali tidak menyerap alokasi dana APBD yang dikelola oleh Disporabudpar," ujar Gunawan saat ditemui Suarajatimpost di ruang kerjanya, Selasa (21/7/2026).

Gunawan menjelaskan, keikutsertaan Kabupaten Nganjuk dalam pagelaran tersebut merupakan bagian dari agenda rutin pengisian Anjungan Jawa Timur di TMII yang dijadwalkan secara bergiliran bagi seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur berdasarkan surat resmi Badan Penghubung Daerah Provinsi Jawa Timur.

"Dalam gelaran tersebut kami menampilkan berbagai pertunjukan seni, mulai dari teater kontemporer, campursari, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk," katanya.

Efisiensi Anggaran dan Semangat Gotong Royong

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, Disporabudpar tetap berupaya menghadirkan penampilan terbaik melalui kolaborasi berbagai pihak. Gunawan mengungkapkan, pihaknya melakukan penyesuaian sejumlah program kebudayaan agar pelaksanaan pentas di TMII tetap berjalan optimal.

Selain itu, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, kalangan swasta, hingga perbankan seperti Bank Jatim. Dukungan diberikan dalam bentuk bantuan logistik, goodie bag, hingga kebutuhan operasional kontingen seni.

Menurut Gunawan, semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan pagelaran budaya tersebut tanpa membebani anggaran operasional Disporabudpar.

Berbuah Dukungan dari Kementerian Kebudayaan

Gunawan menyebut kehadiran sejumlah tokoh diaspora asal Nganjuk di Jabodetabek, termasuk pejabat dari Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Koordinator, membawa dampak positif bagi pengembangan kebudayaan di Kabupaten Nganjuk.

"Alhamdulillah, perwakilan dari Kementerian Kebudayaan yang hadir memberikan komitmen bantuan revitalisasi Museum Anjuk Ladang senilai miliaran rupiah yang nantinya dikelola melalui BPKW. Kami juga terus berkoordinasi terkait pengajuan pengembangan Taman Budaya di Nganjuk," jelasnya.

Disaksikan Ribuan Penonton hingga Wisatawan Mancanegara

Pagelaran "Harmoni Budaya Kabupaten Nganjuk" mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Dari target sekitar 400 penonton, jumlah pengunjung yang memadati Anjungan Jawa Timur di TMII tercatat mencapai lebih dari 1.200 orang.

Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah wayang kulit yang dibawakan dalang muda asal Nganjuk, Akbar. Penampilannya turut dihadiri sekitar 500 anggota fan club dari wilayah Jabodetabek.

Tak hanya masyarakat Indonesia, pertunjukan tersebut juga menarik perhatian wisatawan mancanegara. Sebanyak delapan hingga sembilan peneliti dan pencinta seni wayang dari luar negeri hadir untuk menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Nganjuk menyerahkan cenderamata berupa udeng khas Nganjuk kepada para tamu asing. Bahkan, mereka menyatakan ketertarikannya untuk datang langsung ke Kabupaten Nganjuk guna mempelajari kesenian khas Wayang Timplong, salah satu warisan budaya asli daerah tersebut. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow