Kota Probolinggo Raih IKT 2025, Bukti Kolaborasi Kuat Bangun Kota Toleran

Probolinggo kembali bersinar! Penghargaan Indeks Kota Toleran 2025 jadi bukti nyata kuatnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga keberagaman dan harmoni. Saat toleransi dirawat bersama, kota pun tumbuh lebih damai dan inklusif.

23 Apr 2026 - 19:31
Kota Probolinggo Raih IKT 2025, Bukti Kolaborasi Kuat Bangun Kota Toleran
Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari saat menerima penghargaan. (Foto: Kominfo Kota Probolinggo)

KOTA PROBOLINGGO, SJP - Pemerintah Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kota ini berhasil meraih penghargaan dari SETARA Institute sebagai kota terbaik dalam kategori zona berkembang (improving zone) pada ajang peluncuran sekaligus penganugerahan Indeks Kota Toleran (IKT) 2025.

Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) merupakan bentuk apresiasi prestisius yang diberikan kepada daerah-daerah yang dinilai mampu mengimplementasikan praktik terbaik dalam membangun toleransi. Tidak hanya itu, kota penerima juga dianggap berhasil memperkuat inklusi sosial serta menjaga harmoni dalam keberagaman masyarakatnya.

Proses penilaian IKT dilakukan secara komprehensif. Aspek yang menjadi indikator meliputi kebijakan pemerintah daerah, peran aparat dalam menjaga kondusivitas, hingga keterlibatan masyarakat melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Selain itu, kondisi sosial masyarakat dalam menjaga hubungan antarumat beragama juga menjadi tolok ukur utama.

Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.

“Bersyukur, Kota Probolinggo menerima penghargaan ini. Ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga para pegiat toleransi,” ujarnya.

Ina juga memberikan apresiasi kepada SETARA Institute yang telah melakukan penilaian secara objektif dan independen. Menurutnya, capaian ini tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri, melainkan harus menjadi bahan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi pengingat bahwa nilai toleransi harus terus dihadirkan dalam setiap aspek, baik dalam kebijakan, pelayanan publik, maupun kehidupan sehari-hari masyarakat,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua FKUB Kota Probolinggo, Ahmad Hudri, juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Ia menilai dukungan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan kota yang harmonis.

“Peran serta masyarakat melalui FKUB sangat penting. Ke depan, dukungan ini akan semakin mempermudah langkah pemerintah dan FKUB dalam menciptakan Kota Probolinggo yang lebih toleran,” katanya.

Ahmad Hudri menambahkan, semangat toleransi harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat.

"Dengan menjunjung tinggi nilai saling menghargai, inklusi, serta multikulturalisme, Kota Probolinggo diharapkan mampu menjadi contoh nyata dalam merawat kebhinekaan di Indonesia," imbuhnya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi bukti bahwa upaya menjaga keberagaman bukan sekadar wacana, melainkan telah diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh lapisan masyarakat di Kota Probolinggo. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow