Kota Blitar Siapkan Embung Untuk Hadapi Kemarau

Pemerintah Kota Blitar dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menyiapkan embung untuk menghadapi kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada tahun 2026 ini.

16 Apr 2026 - 17:20
Kota Blitar Siapkan Embung Untuk Hadapi Kemarau
Salah satu embung di daerah Jatimalang, Kota Blitar. (Foto : Ninda Kinanti/SJP)

KOTA BLITAR, SJP - Pemerintah Kota Blitar mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang yang diperkirakan terjadi mulai akhir April hingga Oktober 2026.

Fokus utama diarahkan pada optimalisasi embung sebagai sumber cadangan air untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar memastikan kesiapan sarana penampungan air guna mengantisipasi berkurangnya pasokan air saat musim kering. 

Upaya ini dilakukan setelah adanya surat edaran dari Gubernur Jawa Timur yang meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kemarau panjang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertania Kota Blitar Dewi Masitoh, mengatakan pihaknya telah mengikuti koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jatim untuk menyusun langkah strategis menghadapi kondisi tersebut.

"Kami sudah menerima surat edaran dari Gubernur terkait potensi kemarau panjang. Selain itu, kami juga dikumpulkan bersama instansi terkait untuk membahas langkah antisipasi menghadapi kondisi ini," kata dia, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, dalam jangka pendek, daerah diminta memastikan ketersediaan sumber air alternatif, salah satunya melalui embung.

"Sesuai arahan, antisipasi jangka pendek yang harus disiapkan adalah memastikan embung atau penampungan air bisa berfungsi optimal saat kemarau," ujarnya.

Di Kota Blitar sendiri, terdapat dua embung yang menjadi andalan, yakni di Lingkungan Jatimalang, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul dan di Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan. Kedua embung tersebut diharapkan mampu menopang kebutuhan air irigasi bagi lahan pertanian di sekitarnya.

"Kami harus siap dengan embung-embung yang ada. Keberadaan embung ini sangat membantu petani, terutama saat musim kemarau panjang," tambah Dewi.

DKPP juga mengimbau para petani untuk mulai bersiap, baik dengan mengatur pola tanam maupun penggunaan air secara lebih efisien.

"Kami minta para petani dan masyarakat untuk siap menghadapi musim kemarau panjang ini, agar dampaknya bisa diminimalkan," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow