Terekam CCTV, Pencuri Sasar Satu Karung Gabah di Dringu Probolinggo
Korban diketahui bernama Sulastri, warga RT 02 RW 01 Dusun Gandean. Peristiwa tersebut terungkap setelah korban melakukan pengecekan rekaman CCTV milik tetangganya dan melaporkannya kepada pengurus RT setempat.
PROBOLINGGO, SJP–Aksi pencurian hasil panen meresahkan warga Dusun Gandean, Desa Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Seorang pengendara sepeda motor terekam kamera pengawas CCTV saat menggasak satu karung gabah milik petani setempat yang diletakkan di pinggir jalan pada Rabu (15/4/2026).
Korban diketahui bernama Sulastri, warga RT 02 RW 01 Dusun Gandean. Peristiwa tersebut terungkap setelah korban melakukan pengecekan rekaman CCTV milik tetangganya dan melaporkannya kepada pengurus RT setempat.
Berdasarkan data yang dihimpun, aksi pencurian terjadi sekitar pukul 14.45 WIB. Dalam rekaman CCTV, terlihat pelaku mengendarai sepeda motor jenis Honda Supra melaju dari arah utara.
Ketua RT 01 RW 01, Endra Priyanto, memaparkan bahwa pelaku sempat memantau situasi sebelum melancarkan aksinya. Pelaku terlihat memasuki sebuah gang kecil ke arah timur, sebelum akhirnya kembali ke lokasi penumpukan gabah.
"Pelaku keluar dari gang, berhenti di lokasi tumpukan gabah, lalu turun dan langsung mengangkat satu karung. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri ke arah selatan," ujar Endra saat dikonfirmasi pada Kamis (16/4/2026).
Gabah yang dicuri merupakan hasil panen baru yang ditempatkan di pinggir jalan untuk memudahkan pengangkutan. Dari total 11 karung yang tersedia, pelaku membawa lari satu karung dengan bobot sekitar 50 kilogram.
Meskipun wajah dan kendaraan pelaku terekam jelas, warga sekitar mengaku tidak mengenali sosok tersebut. Diduga kuat, pelaku bukan merupakan warga desa setempat.
Akibat insiden ini, korban ditaksir mengalami kerugian materiil sebesar Rp300.000, merujuk pada fluktuasi harga gabah di pasaran saat ini. Kendati demikian, pihak korban memilih untuk tidak melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian.
Trio Agung, salah satu warga setempat, menyebutkan bahwa area tersebut memang lazim digunakan petani sebagai tempat penitipan hasil panen sementara.
"Biasanya memang diletakkan di situ untuk memudahkan pengangkutan ke kendaraan. Saya baru tahu ada pencurian setelah ramai dibicarakan warga. Kejadiannya sekitar jam 15.00 WIB," ungkap Trio.
Kasus ini menjadi peringatan bagi para petani di wilayah Dringu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hasil panen yang diletakkan di ruang terbuka tanpa pengawasan, guna mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

