Pemkot Blitar Tiadakan Rekrutmen ASN 2026

Wali Kota meminta masyarakat untuk mulai melirik sektor swasta atau kewirausahaan dan tidak lagi menggantungkan harapan sepenuhnya pada sektor pemerintahan.

16 Apr 2026 - 17:50
Pemkot Blitar Tiadakan Rekrutmen ASN 2026
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin. (Foto : Ninda Kinanti/SJP)

KOTA BLITAR, SJP–Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar resmi memutuskan untuk tidak membuka rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN), baik CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun anggaran 2026. 

Langkah ini diambil sebagai strategi darurat guna menekan beban belanja pegawai yang saat ini mulai mengancam stabilitas fiskal daerah.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa kebijakan peniadaan formasi ini merupakan bagian dari efisiensi menyeluruh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Menurutnya, porsi belanja pegawai saat ini telah memakan kapasitas anggaran yang cukup besar, sehingga diperlukan langkah korektif segera.

“Dalam rangka efisiensi dan mempertimbangkan keterbatasan anggaran, kami memutuskan tidak membuka formasi CPNS maupun PPPK tahun ini,” ujar Wali Kota yang karib disapa Mas Ibin tersebut, Kamis (16/4/2026).

Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah tengah berkejaran dengan regulasi nasional yang mewajibkan belanja pegawai maksimal sebesar 30 persen dari total APBD pada tahun 2027 mendatang. 

Dengan kondisi saat ini, Pemkot Blitar harus melakukan pemangkasan signifikan agar tidak melanggar ketentuan tersebut.

Selain menghentikan rekrutmen, Pemkot Blitar juga berencana melakukan evaluasi total terhadap jumlah personel yang ada. 

Mas Ibin mengisyaratkan adanya potensi pengurangan tenaga kerja, terutama pada sektor non-ASN atau tenaga honorer.

“Ke depan, kami akan menghitung ulang kebutuhan pegawai secara riil. Tidak menutup kemungkinan akan ada pengurangan, khususnya pada tenaga non-ASN, agar beban belanja tetap terkendali,” tegasnya.

Peniadaan rekrutmen ini diprediksi akan berdampak pada peta ketenagakerjaan di Kota Blitar. 

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota meminta masyarakat untuk mulai melirik sektor swasta atau kewirausahaan dan tidak lagi menggantungkan harapan sepenuhnya pada sektor pemerintahan.

Pemerintah menyadari bahwa pengurangan jumlah personel secara drastis menjadi tantangan besar dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Namun, efisiensi dianggap sebagai satu-satunya jalan agar anggaran daerah tetap sehat dan bisa dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur maupun program kerakyatan lainnya.

“Tata kelola pemerintahan saat ini sedang menghadapi situasi yang berat. Kami memohon maaf kepada masyarakat jika peluang di formasi pemerintahan berkurang signifikan. Ini adalah upaya kami menjaga keseimbangan anggaran daerah,” pungkas Mas Ibin. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow