Komisi IV DPRD Sampang Sarankan Plt Kepsek tidak Diambil dari Luar Sekolah
Karena hanya guru di internal sekolah itu yan paling mengerti tentang sekolah berikut seluruh dewan guru dan siswanya
SAMPANG, SJP – Di Kabupaten Sampang terdapat 323 SMP. Namun belum semuanya dipimpin oleh kepala sekolah (kepsek) definitif. Sehingga efektivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) patut dipertanyakan.
"Saat ini, pengisian kepala sekolah definitif menunggu bupati definitif," jelas Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, Ach. Tohairuddin, Rabu (19/2/2025).
Tohairuddin menyebut, kepsek SMP Negeri yang masih diisi oleh jabatan pelaksana tugas (Plt) saat ini sebanyak 8 lembaga sekolah. Kekosongan tersebut terjadi sejak tahun 2024 lalu.
Namun dia enggan menyebutkan nama-nama SMP yang masih dipimpin oleh Plt kepsek. Sebab, dia merasa itu bukan bidangnya.
"Saya rapat. Kalau soal guru dan kepala sekolah tanya ke bidang GTK. Bukan tupoksi saya," singkatnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Mahfud menyebut, meski KBM berjalan efektif, namun Plt kepsek tidak bisa mengambil kebijakan.
"Artinya, ada beberapa kebijakan yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh Plt," ucapnya, Rabu (19/2/2025).
Dijelaskannya, tidak hanya di jenjang SMP, kekosongan kepsek di Sampang juga terjadi di jenjang SD. Namun pihaknya tetap mendorong KBM tetap berjalan maksimal.
"Kami berharap nanti kepada bupati agar Plt segera didefinitifkan," harapnya.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyarankan agar kepala sekolah tidak diambil dari sekolah lain. Melainkan mengambil pegawai dari lingkungan lembaga tersebut.
"Supaya tidak bercabang pikirannya. Jadi harus ambil dari sekolah itu juga. Selama memenuhi syarat," sarannya.
Sarannya itu bukan tanpa dasar. Sebab yang mengerti administrasi dan psikologi guru serta siswa, hanya guru setempat. Karena sudah setiap hari menjalani profesinya di sekolah itu.
"Kalau baru, pastinya butuh waktu untuk adaptasi dengan lingkungan. Apalagi nanti beda kecamatan. Itu juga terganggu pikirannya. Pokoknya saran kami, Plt itu harus ambil dari sekolah itu juga. Dengan catatan syarat kepangkatannya memenuhi," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

