Kisah Konyol Pemuda di Sampang: Niat Mencari Hangat, Motor Malah Dipanggang

Kisah konyol pemuda di Sampang yang nekat sembunyi di plafon rumah istri orang. Bukannya dapet cinta, malah motor Honda Beat-nya jadi api unggun warga!

20 Jan 2026 - 21:45
Kisah Konyol Pemuda di Sampang: Niat Mencari Hangat, Motor Malah Dipanggang
Seorang pria dikepung massa dan motornya dibakar. (Ilustrasi: Gemini)

SAMPANG, SJP – Niat hati menyusup ke sebuah rumah. Senyap bak agen rahasia. Namun, sasarannya seorang perempuan yang sendirian. Suaminya sedang bepergian jauh. Tak dinyana, semua berakhir tragis. Pemuda berinisial AA harus jadi atlet panjat plafon gagal sekaligus pemilik motor Honda Beat edisi terbatas. Terbatas karena tinggal rangkanya saja. Duh..!

Insiden yang menguji nyali dan ketahanan plafon ini terjadi di Desa Gersempal, Kecamatan Omben, Sampang, Minggu (18/1/2026) dini hari.

Semua bermula dari taktik kamuflase AA. Ia menyembunyikan motornya di balik semak-semak. Sayangnya, warga Desa Gersempa memiliki penglihatan lebih tajam dari elang. Menemukan motor di semak-semak pada jam 3 pagi.

Kecurigaan warga semakin memuncak saat melihat lampu teras rumah milik Ibu SH dalam kondisi padam total. Padahal, suami SH sedang merantau. Dalam logika detektif warga setempat: Lampu mati lalu ada motor di semak. Artinya, ada "pertunjukan" di dalam.

Saat warga melakukan penggerebekan, AA mendadak mengganti profesi menjadi teknisi kabel dadakan. Alih-alih bersembunyi di bawah kasur yang sudah terlalu mainstream, ia memilih mendekam di atas plafon.

Warga terperangah melihat ada kaki yang menggantung di sela-sela kayu penyangga. Tak butuh waktu lama bagi warga untuk "membujuk" AA turun dari persembunyiannya. Begitu mendarat di bumi, AA tidak bisa lagi menggunakan alasan "sedang mengecek kebocoran genteng" dan mengakui niat ilegalnya untuk menemui SH.

Warga yang terlanjur emosional memutuskan untuk memberikan "kehangatan" lebih. Motor Honda Beat milik AA diseret ke tengah jalan dan dijadikan api unggun dadakan sebagai simbol kekesalan.

"Warga yang berang meluapkan kekesalannya dengan membakar sepeda motor pelaku di lokasi," ujar Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo.

Proses evakuasi AA dari kepungan massa berlangsung dramatis. Polisi harus melakukan negosiasi panjang agar AA bisa dibawa ke kantor polisi. Akhirnya, AA berhasil dievakuasi.

Kini AA harus merenungi nasib. Tak pernah menyangka, bertamu secara senyap tengah malam, nongkrong di plafon akan membawanya pada mimpi buruk; motor dibakar dan mendekam di balik jeruji besi. (**)

Editor: Danu 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow