Ketika Damkar Tak Melawan Api, tapi Menyelamatkan Sapi dalam Sumur
Petugas Damkar Nganjuk evakuasi sapi hamil yang terperosok ke sumur sedalam 3 meter di Desa Jatigreges, Pace. Proses dramatis memakan waktu hingga 6 jam.
NGANJUK, SJP – Petugas pemadam kebakaran biasanya berjibaku dengan si jago merah. Namun, bagi Damkar Nganjuk, tantangan datang dari arah yang berbeda: seekor sapi betina yang terperosok ke dalam sumur sedalam lebih dari tiga meter di Desa Jatigreges, Kecamatan Pace pada Selasa (13/1/2026) malam.
Proses evakuasi yang rumit. Kesuitan yang dihadapi petugas adalah sumur sempit, serta seekor sapi hamil yang harus diselamatkan dengan penuh kehati-hatian. Walhasil, proses evakuasi berubah menjadi operasi penyelamatan yang menguras tenaga dan waktu, hingga memakan waktu sekitar enam jam.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh pemilik sapi, Aplia Hana Sasmita, tengah malam. Ia mendapati sapinya sudah berada di dalam sumur yang terletak di samping rumahnya. Diduga, tali pengikat sapi terlepas, hingga hewan ternak tersebut berjalan bebas dan akhirnya terjatuh.
Panik dan kebingungan, Hana langsung meminta bantuan warga sekitar sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk.
Petugas damkar yang datang ke lokasi langsung melakukan upaya evakuasi. Namun, proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Keterbatasan peralatan dan kondisi sumur yang sempit membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati agar sapi dapat diangkat tanpa mengalami luka serius.
“Peralatan yang ada terbatas, kami hanya punya satu katrol tapi itu kurang besar untuk mengangkat sapi, akhirnya kami mendapatkan pinjaman dua katrol lagi, ” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari.
Meski bukan menghadapi kobaran api, petugas tetap menjalankan tugas kemanusiaan dengan penuh kesabaran. Upaya panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Sapi berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup, meski mengalami kelelahan pascakejadian.
Sayangnya, pasca insiden tersebut, pemilik sapi mengaku terpaksa menjual hewan ternaknya karena kondisi sapi yang menurun. Selain itu, terdapat dugaan anak sapi dalam kandungan tidak terselamatkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tugas damkar tidak selalu soal api, melainkan juga tentang menyelamatkan nyawa, termasuk nyawa hewan. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

